REDAKSI8.COM, BANJARMASIN — Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian korban kapal Virgo yang tenggelam di perairan Kalimantan Selatan. Memasuki hari ke empat, pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian dengan mengerahkan unsur laut ke enam sektor pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, S.E., M.A.P., mengatakan operasi pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WITA. Tim membagi wilayah pencarian menjadi enam sektor dengan luas area mencapai lebih dari 4.000 meter.
“Pencarian kali ini lebih difokuskan di sekitar lokasi kejadian. Kemarin kita sudah melaksanakan pencarian dengan radius yang begitu luas,” ujar I Putu Sudayana.
Menurutnya, fokus pencarian di sekitar titik kejadian dilakukan setelah operasi sebelumnya menyisir wilayah yang lebih luas. Tim SAR kini kembali memusatkan upaya untuk menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.
Dalam operasi tersebut, sejumlah peralatan yang digunakan masih sama dengan operasi sebelumnya. Namun, pencarian kali ini mendapat dukungan KRI Kanopus milik TNI Angkatan Laut yang dilengkapi teknologi untuk mendeteksi kondisi di bawah permukaan laut.
KRI Kanopus dilengkapi echosounder dan drone bawah laut. Peralatan tersebut dapat membantu tim melakukan pemantauan, termasuk pencahayaan dan pencarian di permukaan maupun bawah permukaan laut.
I Putu menjelaskan, kondisi cuaca dan arus laut juga menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam menentukan strategi pencarian. Berdasarkan informasi dari Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, angin di sekitar lokasi kejadian diprakirakan bergerak dari arah tenggara, sementara arus laut mengarah ke barat laut hingga barat daya.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan massa air diprakirakan cenderung mengarah ke barat. Sementara tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.
“Kondisi ini yang akan didalami dan dipelajari terlebih dahulu melalui asesmen awal oleh tim yang ada di KRI Kanopus,” jelasnya.
Sebagai Search Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana mengatakan pihaknya menyerahkan penilaian teknis di lapangan kepada unsur-unsur yang berada langsung di lokasi pencarian. Menurutnya, tim di lapangan memiliki pemahaman langsung mengenai situasi dan kondisi terkini sehingga dapat menentukan langkah pencarian yang paling sesuai.
Terkait informasi mengenai kegiatan atau kondisi perusahaan, pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin belum memberikan keterangan lebih lanjut. Informasi tersebut nantinya akan disampaikan oleh pihak perusahaan.
I Putu juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Ia berharap seluruh rangkaian operasi pencarian dan evakuasi dapat berjalan aman dan lancar hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.
“Kami mewakili seluruh staf SMC dan pimpinan sangat prihatin dan menyampaikan duka yang mendalam kepada korban yang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia. Kami mendoakan agar proses evakuasi berjalan aman, lancar, dan seluruh korban dapat kita evakuasi,” pungkasnya.
