REDAKSI8.COM, BANJARMASIN — Memasuki hari ketiga pelaksanaan operasi pencarian, tim Search and Rescue (SAR) gabungan belum menemukan adanya tanda-tanda korban lain dari kecelakaan kapal KMP Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan.
Kendati demikian, tim SAR nasional bersama unsur gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian korban secara intensif baik melalui jalur laut maupun udara.

Operasi SAR pada hari ketiga ini melibatkan sebanyak 1.100 personel yang terdiri atas Basarnas, instansi pendukung SAR Laut TNI AL, Polda Kalimantan Selatan, kapal pendukung, unsur udara, serta potensi SAR.
Kekuatan tersebut didukung oleh 5 unit alut udara dan 17 unit alut laut guna memperluas penyisiran.
Sehari sebelumnya, tercatat sebanyak 22 orang korban selamat tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin setelah dibawa menggunakan Rigid Buoyant Boat (RBB) Lanal Banjarmasin yang sebelumnya dievakuasi oleh KM Cahaya Bahari Jaya dan ditransfer ke KRI Nala.
Selain korban selamat, helikopter HR-3601 tiba di Bandara Syamsudin Noor pada pukul 11.23 WITA dengan membawa dua korban meninggal dunia yang dievakuasi dari TB Trans Coal Pacific.
Menyusul kemudian pada pukul 11.55 WITA, helikopter AS-365 P-3013 mendarat di bandara yang sama dengan membawa dua korban meninggal dunia lainnya dari kapal tunda yang sama.
Hingga saat ini, total korban yang telah dievakuasi mencapai 114 orang, yang terdiri dari 108 orang selamat dan 6 orang meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian dan menjadi fokus utama operasi.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii terus memantau langsung jalannya operasi untuk memastikan seluruh unsur bekerja secara maksimal.
Pergerakan unsur laut diperkuat oleh pesawat udara Cessna 208 Caravan yang telah melaksanakan kegiatan operasi dan tiba di Bandara Syamsudin Noor pada pukul 11.40 WITA.
Syafii menegaskan seluruh unsur SAR Gabungan akan terus mengoptimalkan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.
“Operasi pencarian terus kami optimalkan dengan mengerahkan unsur laut dan udara. Setiap perkembangan di lapangan terus kami evaluasi untuk memastikan search area dapat ditentukan secara efektif dan peluang ditemukannya korban semakin besar,” ujar Mohammad Syafii.
