REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Proses identifikasi korban meninggal dunia dalam tragedi KM Virgo Transport 8 terus dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan.
Dari total enam korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan dalam kecelakaan kapal di perairan Laut Jawa, seluruhnya kini telah berhasil diidentifikasi.
Sebelumnya, proses identifikasi sempat menyisakan satu jenazah yang belum diketahui identitasnya atau masih berstatus Mr X, setelah lima korban lainnya lebih dahulu berhasil diidentifikasi. Namun, setelah pemeriksaan lanjutan terhadap jenazah yang tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, identitas korban terakhir akhirnya berhasil diketahui.
Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan menjelaskan, proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data post mortem dan ante mortem, termasuk melalui rekam medis, sidik jari serta data pendukung lainnya.
Enam korban yang telah teridentifikasi tersebut yakni Reyner Fausta Yosilianto (22), warga Malang, Jawa Timur; Nurul Rian Hidayat (33), asal Pamekasan, Jawa Timur; Deny Ridzal Saputra (29), asal Kediri, Jawa Timur; Imam Soeparno (66), asal Surabaya, Jawa Timur; Erick Maisul Latif (37), asal Garut, Jawa Barat; serta Risyan Kurnia Putra (28), asal Garut, Jawa Barat.
Dua korban, yakni Reyner Fausta Yosilianto dan Nurul Rian Hidayat, telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dibawa ke daerah asal. Sementara empat jenazah lainnya masih menunggu proses penyerahan kepada keluarga masing-masing.
Dengan teridentifikasinya keenam korban tersebut, tidak ada lagi jenazah korban meninggal KM Virgo Transport 8 yang berstatus Mr X dari enam jenazah yang telah ditemukan.
Di sisi lain, operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih terus berlangsung. Dari total 243 orang yang berada dalam kapal, data terbaru menyebutkan 108 orang berhasil diselamatkan, enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan bersama unsur terkait masih melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban yang belum ditemukan. Sementara itu, keluarga penumpang yang masih dinyatakan hilang terus menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya.
Dari total enam korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan dalam kecelakaan kapal di perairan Laut Jawa, seluruhnya kini telah berhasil diidentifikasi.
Sebelumnya, proses identifikasi sempat menyisakan satu jenazah yang belum diketahui identitasnya atau masih berstatus Mr X, setelah lima korban lainnya lebih dahulu berhasil diidentifikasi. Namun, setelah pemeriksaan lanjutan terhadap jenazah yang tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, identitas korban terakhir akhirnya berhasil diketahui.
Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan menjelaskan, proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data post mortem dan ante mortem, termasuk melalui rekam medis, sidik jari serta data pendukung lainnya.
Enam korban yang telah teridentifikasi tersebut yakni Reyner Fausta Yosilianto (22), warga Malang, Jawa Timur; Nurul Rian Hidayat (33), asal Pamekasan, Jawa Timur; Deny Ridzal Saputra (29), asal Kediri, Jawa Timur; Imam Soeparno (66), asal Surabaya, Jawa Timur; Erick Maisul Latif (37), asal Garut, Jawa Barat; serta Risyan Kurnia Putra (28), asal Garut, Jawa Barat.
Dua korban, yakni Reyner Fausta Yosilianto dan Nurul Rian Hidayat, telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dibawa ke daerah asal. Sementara empat jenazah lainnya masih menunggu proses penyerahan kepada keluarga masing-masing.
Dengan teridentifikasinya keenam korban tersebut, tidak ada lagi jenazah korban meninggal KM Virgo Transport 8 yang berstatus Mr X dari enam jenazah yang telah ditemukan.
Di sisi lain, operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih terus berlangsung. Dari total 243 orang yang berada dalam kapal, data terbaru menyebutkan 108 orang berhasil diselamatkan, enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan bersama unsur terkait masih melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban yang belum ditemukan. Sementara itu, keluarga penumpang yang masih dinyatakan hilang terus menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya.

