REDAKSI8.COM, BANJAR – Suasana penuh kebahagiaan dan haru mewarnai kegiatan Khataman Al-Qur’an Santri-Santriwati TK/TPA Nurul Fata Unit 238 Desa Teluk Selong, Kabupaten Banjar, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi para santri dan santriwati yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an. Khataman sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan mereka dalam belajar membaca Al-Qur’an sejak usia dini.
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Berakhlak Mulia dan Cinta Al-Qur’an Serta Meraih Keberkahan dan Syafaat Al-Qur’an dalam Kehidupan Sehari-hari” ini turut dihadiri Camat Martapura Barat H. Ahmad Rabani, Pembakal Desa Teluk Selong M. Mahyani, serta Babinsa.
Kehadiran unsur pemerintah kecamatan, pemerintahan desa dan TNI tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus pendidikan Al-Qur’an yang dilaksanakan masyarakat Desa Teluk Selong.
Para santri tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka mengenakan pakaian muslim dengan berbagai hiasan khas acara khataman. Kebahagiaan juga terpancar dari para orang tua yang hadir mendampingi anak-anak mereka dalam momen yang dianggap sangat berharga tersebut.
Khataman Al-Qur’an tidak hanya menjadi kegiatan seremonial setelah seorang santri menyelesaikan bacaan Al-Qur’an. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan menjadi awal bagi anak-anak untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pendidikan di TK/TPA, para santri tidak hanya diajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga dikenalkan dengan nilai-nilai keagamaan, akhlak, kedisiplinan, serta pentingnya menghormati orang tua, guru dan sesama.
Karena itu, keberadaan TK/TPA memiliki peran penting dalam membantu keluarga membentuk karakter anak sejak usia dini.
Kehadiran Camat Martapura Barat, Pembakal Teluk Selong dan Babinsa juga menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda, khususnya melalui pendidikan keagamaan, membutuhkan dukungan bersama.
Sinergi antara pemerintah, aparat kewilayahan, pengelola TK/TPA, para guru, orang tua dan masyarakat diharapkan dapat terus terjaga sehingga kegiatan pendidikan Al-Qur’an dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Bagi para santri, khataman menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan. Namun, menyelesaikan bacaan Al-Qur’an bukan berarti proses belajar berhenti.
Khatam Al-Qur’an justru menjadi awal untuk terus membaca, memahami, mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.


