REDAKSI8.COM, BALANGAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan terus memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi potensi bencana dan kondisi darurat.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Puskesmas Aman Bencana dengan menggelar Pelatihan Simulasi Kesiapsiagaan dan Penanganan Darurat Bencana serta Kebakaran di UPTD Puskesmas Awayan, Rabu (19/8/2026).


Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah BPBD Balangan untuk memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tidak hanya mampu memberikan pelayanan medis, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi situasi darurat yang sewaktu-waktu dapat terjadi di lingkungan Puskesmas.
Dalam pelatihan tersebut, tenaga kesehatan dan seluruh staf Puskesmas diberikan pemahaman sekaligus praktik mengenai berbagai prosedur penanganan keadaan darurat. Materi simulasi mencakup prosedur evakuasi pasien dan tenaga medis, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga koordinasi dengan tim tanggap darurat dan relawan.
Skenario simulasi dibuat sedekat mungkin dengan kondisi kejadian sebenarnya. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat menguji sejauh mana kesiapan prosedur operasional standar (SOP) yang telah dimiliki Puskesmas.
Narasumber kegiatan, Rizky Rahmatillah, mengatakan fasilitas kesehatan merupakan salah satu layanan vital yang harus tetap mampu berfungsi ketika bencana terjadi.

“Puskesmas adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Ketika bencana datang, Puskesmas harus tetap aman dan mampu beroperasi,” ujar Rizky.
Menurutnya, melalui program Puskesmas Aman Bencana, seluruh tenaga kesehatan di Balangan diharapkan memiliki pemahaman dan keterampilan yang seragam dalam menghadapi situasi darurat.
“Melalui program Puskesmas Aman Bencana ini, kami ingin memastikan seluruh tenaga kesehatan di Balangan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sama dalam melakukan penyelamatan diri, penyelamatan pasien, dan penanganan awal saat kondisi darurat,” lanjutnya.
Ia menambahkan, pelatihan dan simulasi secara berkala menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko korban maupun kerusakan apabila terjadi bencana, khususnya kebakaran, di lingkungan fasilitas kesehatan.
“Dengan adanya simulasi secara berkala, diharapkan seluruh Nakes dapat bertindak cepat, tepat, dan tidak panik saat situasi darurat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, BPBD Balangan berharap kesiapsiagaan tidak berhenti pada pemahaman prosedur, tetapi menjadi kemampuan yang benar-benar melekat pada setiap personel Puskesmas. Dengan kesiapan yang baik, keselamatan pasien, tenaga kesehatan, serta keberlangsungan pelayanan publik dapat lebih terjamin ketika menghadapi kondisi darurat.



