REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pijakan baru bagi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE) untuk mempererat jejaring akademik.
Kedua perguruan tinggi tersebut resmi menyepakati kerja sama lintas lembaga melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Rapat Wasaka 1 Kampus ULM Banjarmasin, Rabu (12/8/2026).


Langkah kolaboratif tersebut menjadi sangat strategis mengingat STT GKE merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi tertua di tanah Kalimantan.
Berdiri sejak tahun 1932 dan kini menginjak usia 94 tahun, kampus teologi ini memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan kajian sosiologi agama, islamologi, serta isu-isu ekologi sosial.
Melalui kemitraan ini, potensi sejarah dan kepakaran kedua kampus akan disatukan untuk menjawab berbagai tantangan kemasyarakatan di Kalimantan Selatan.
Perwakilan ULM menegaskan bahwa sinergi ini memiliki makna tersendiri karena terlaksana di bulan yang bersejarah bagi bangsa.
“Kami sangat menyambut baik kerja sama ini, terlebih bertepatan dengan bulan kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Semoga MoU ini menjadi ruang bersama untuk mengembangkan dunia pendidikan,” begitu kata dia dalam acara tersebut.
Prosesi penandatanganan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi ULM Dr. Ir. Yusuf Azis, dengan didampingi Plt Kepala Biro BPKH M. Ilyas, serta Plt Kepala Biro BKU Pahruddin Ali Hamid.
Sementara itu, delegasi STT GKE dipimpin oleh Ketua STT GKE Pdt. Dr. Sanon, bersama jajaran pimpinan lainnya termasuk Ketua periode 2021–2025 Sudianto, Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan Enta Malasinta Lantik Ginting, dan Sekretaris Senat Bimbing Kalpari.
Fokus utama dari kesepakatan ini mengarah pada penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup sektor pendidikan, riset bersama, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Pdt. Dr. Sanon menyoroti pentingnya kebersamaan antarperguruan tinggi daerah untuk menyentuh isu-isu krusial di lapangan.
“Harapan kami, melalui MoU ini dapat terjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, termasuk isu sosial, budaya, dan ekologi,” harapnya
Agenda penandatanganan nota kesepahaman yang ditutup dengan pertukaran cinderamata itu akan segera ditindaklanjuti secara teknis.
Kedua belah pihak berkomitmen mematangkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih rinci supaya implementasi program di lapangan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.



