REDAKSI8.COM, BANJAR — Sebanyak 33 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Banjar Tahun 2026 resmi dikukuhkan oleh Bupati Banjar H Saidi Mansyur. Pengukuhan berlangsung khidmat di Aula Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banjar, Martapura, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting sekaligus penanda kesiapan para putra-putri terbaik Kabupaten Banjar untuk menjalankan tugas bersejarah pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Mereka nantinya akan menjadi bagian penting dalam upacara pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Banjar yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus 2026 di RTH Alun-Alun Ratu Zalecha, Martapura.
Prosesi pengukuhan berlangsung penuh khidmat. Salah satu rangkaian utama ditandai dengan pemasangan kendit dan lencana bendera secara simbolis kepada perwakilan anggota Paskibraka. Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa para anggota telah siap mengemban amanah besar di hadapan masyarakat dan daerah.
Bukan sekadar seremoni, pengukuhan ini juga menjadi puncak dari rangkaian panjang pembinaan dan pelatihan yang telah dijalani para anggota Paskibraka. Selama masa karantina, mereka ditempa melalui berbagai latihan untuk membangun kekuatan fisik, ketahanan mental, kedisiplinan, ketepatan waktu hingga kemampuan bekerja sama dalam satu tim.
Bupati Banjar H Saidi Mansyur menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah mengikuti seluruh proses pembinaan dengan penuh kesungguhan.
Menurutnya, berbagai tempaan selama masa pelatihan tidak hanya dipersiapkan untuk menyukseskan tugas pengibaran bendera, tetapi juga diharapkan menjadi pengalaman berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Gemblengan fisik, kedisiplinan, ketepatan waktu dan kerja sama tim selama masa pelatihan diharapkan menjadi bekal hidup yang berguna di dunia pendidikan maupun dunia kerja,” ujar Saidi Mansyur.
Ia menegaskan, menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Karena itu, predikat tersebut harus dijaga dengan sikap rendah hati dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai positif di tengah masyarakat.
“Status sebagai anggota Paskibraka merupakan suatu kehormatan yang harus dijaga dengan kerendahan hati. Anggota Paskibraka diharapkan menjadi teladan positif di lingkungan sekolah dan masyarakat,” katanya.
Bagi Saidi, tugas Paskibraka tidak berhenti ketika bendera Merah Putih berhasil dikibarkan di tiang upacara. Di balik tugas tersebut terdapat nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, persatuan dan tanggung jawab yang harus terus melekat dalam diri setiap anggota.
Para anggota Paskibraka juga dinilai telah menjadi representasi generasi muda Kabupaten Banjar yang mendapat kepercayaan untuk menjalankan salah satu tugas paling sakral dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.
Karena itu, ia meminta seluruh anggota menjaga kondisi fisik dan mental menjelang pelaksanaan upacara. Pola makan, waktu istirahat dan kesehatan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan agar seluruh rangkaian tugas dapat dilaksanakan secara maksimal.
“Para anggota Paskibraka yang dikukuhkan akan mengemban tugas utama mengibarkan dan menurunkan Sang Saka Merah Putih pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Banjar pada 17 Agustus mendatang,” terang Saidi.
Pesan tersebut menjadi perhatian penting mengingat tugas pengibaran dan penurunan bendera membutuhkan konsentrasi, ketepatan gerakan serta kekompakan seluruh anggota.
Satu kesalahan kecil dalam barisan dapat memengaruhi keseluruhan prosesi. Karena itu, kedisiplinan dan kekompakan yang telah dibangun selama masa latihan diharapkan benar-benar diterapkan ketika menjalankan tugas pada hari pelaksanaan upacara.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banjar juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam proses pembentukan dan pembinaan Paskibraka Kabupaten Banjar Tahun 2026.
Apresiasi diberikan kepada para pelatih dan pembina, termasuk unsur TNI dan Polri, Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Kabupaten Banjar, serta para orang tua atau wali anggota Paskibraka yang selama ini memberikan dukungan, doa dan motivasi.
Menurutnya, keberhasilan para anggota sampai pada tahap pengukuhan tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Peran pelatih dan pembina menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan dan kesiapan fisik para anggota, sementara dukungan orang tua menjadi kekuatan moral yang tidak kalah penting.
Saidi juga mengingatkan bahwa para anggota Paskibraka merupakan bagian dari generasi penerus bangsa. Pengalaman yang mereka dapatkan selama menjalani proses seleksi, pelatihan hingga pengukuhan diharapkan tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi menjadi fondasi untuk meraih prestasi di masa depan.
“Kalian adalah generasi pemuda Kabupaten Banjar yang tangguh, religius dan mencintai tanah air. Semoga tugas pengibaran bendera pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan lancar dan menjadi langkah sukses bagi masa depan kalian,” pungkasnya.
Dengan dikukuhkannya 33 anggota Paskibraka tersebut, perhatian kini tertuju pada pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di RTH Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura.
Di bawah kibaran Merah Putih dan di hadapan masyarakat Kabupaten Banjar, para putra-putri terpilih itu akan menjalankan amanah yang telah mereka persiapkan selama berbulan-bulan.
Bagi mereka, mengibarkan Sang Saka Merah Putih bukan sekadar menjalankan tugas seremonial. Momen tersebut menjadi bentuk nyata penghormatan kepada para pahlawan sekaligus wujud kecintaan terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kini, setelah melalui berbagai tahapan pembinaan dan pengukuhan, 33 Paskibraka Kabupaten Banjar Tahun 2026 tinggal menanti satu momentum penting: mengantarkan Sang Merah Putih ke puncak tiang pada 17 Agustus 2026, sebagai simbol semangat kemerdekaan yang terus menyala dari generasi ke generasi.
