REDAKSI8.COM, BANJAR — Pemerintah Desa (Pemdes) Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan pihak pengelola tambang PT Merge Mining Industri (MMI).
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen jajaran pemerintah desa dalam memantau secara ketat perkembangan situasi lingkungan dan dinamika sosial masyarakat di area operasional pertambangan tersebut.


Melalui pengawasan berkelanjutan, Pembakal Rantau Bakula bersama jajaran pemdes bergerak aktif menjembatani aspirasi warga.
Sejumlah isu dan persoalan teknis di lapangan yang sempat memicu perhatian publik belakangan ini telah dikomunikasikan secara mendalam dengan manajemen perusahaan untuk menyepakati solusi terbaik.
Pemdes Rantau Bakula menegaskan bahwa berbagai potensi kendala telah ditanggulangi secara simultan melalui langkah penanganan konkret dan perbaikan menyeluruh di lapangan.
“Berdasarkan pemantauan Pemerintah Desa dan koordinasi dengan pihak terkait, penanganan dan perbaikannya telah dilakukan sehingga kondisi saat ini sudah tertangani,”
Ruang dialog yang terbangun antara pemerintah desa dan PT MMI tidak hanya berfokus pada evaluasi pemantauan aspek lingkungan semata.
Komunikasi berkesinambungan tersebut juga menyentuh berbagai poin krusial yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga setempat, mulai dari kepastian kelancaran proses pemberian tali asih pembebasan lahan milik masyarakat hingga pembukaan peluang keterlibatan tenaga kerja lokal dalam aktivitas operasional perusahaan.
Selain menyelesaikan dinamika lahan dan ketenagakerjaan, kehadiran operasional PT MMI di wilayah Rantau Bakula diselaraskan dengan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
Program tanggung jawab sosial tersebut dirancang secara terstruktur untuk menyasar beberapa sektor vital, antara lain peningkatan mutu pendidikan, bantuan sosial kemasyarakatan, hingga kegiatan pelestarian lingkungan hidup.
Ke depan, Pemdes Rantau Bakula menghendaki pola komunikasi tripartite yang melibatkan pihak pemerintah desa, elemen masyarakat, dan manajemen perusahaan dapat senantiasa dipelihara secara konsisten.
Pemeliharaan saluran koordinasi yang transparan dan inklusif diyakini menjadi kunci utama agar setiap tantangan, potensi konflik, maupun perkembangan aktivitas industri di wilayah desa dapat terdeteksi serta diselesaikan sesegera mungkin secara persuasif dan berkelanjutan.



