Sabtu, 15 Agustus 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Tahun Gugurnya Udin, PWI DIY Perkuat Perjuangan Menjadikan Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional

Tim Redaksi8.com by Tim Redaksi8.com
15 Agustus 2026
A A
Tahun Gugurnya Udin, PWI DIY Perkuat Perjuangan Menjadikan Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, YOGYAKARTA – Tiga puluh tahun setelah gugurnya wartawan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin serius memperjuangkan agar sosok wartawan yang gugur dalam menjalankan tugas jurnalistik tersebut ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Keseriusan itu ditandai dengan rangkaian peringatan 30 tahun gugurnya Udin pada Jumat (14/8/2026), melalui penamaan Aula Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) di Kantor PWI DIY, Jalan Gambiran 45 Yogyakarta, serta pemasangan tetenger di makam Udin di Astono Girimulyo, Demangan, Dusun Gedongan, Tri Renggo, Bantul.

Keluarga Udin hadir dalam kegiatan ini diantaranya istri Almarhum Marsiyem, Adik Almarhum Nur Fauzan. Tampak pula Sekretaris Dewan Kehormatan PWI DIY, Prof Edy Suandi Hamid MEc, Anggota Dewan Pakar PWI DIY, Ahmad Subagyo, Dr Achiel Suyanto SH MHum MBA, Dra Esti Susilarti MPar, Anggota Dewan Kehormatan PWI DIY, Dr Octo Lampito MPd juga Kepala Dinas Kominfosan Kota Yogyakarta, Tri Hastono. Hadir juga Ketua Tim Pencari Fakta Kasus Udin, Masduki Attamimi.

Ketua PWI DIY Drs. Hudono, S.H., menegaskan, penamaan aula dan pemasangan tetenger bukan sekadar kegiatan seremonial. Langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar panjang untuk mengabadikan perjuangan Udin sekaligus melengkapi proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional.

LihatJuga :

Terjepit di Dalam Sumur, Pria 53 Tahun Berhasil Dievakuasi Tim SAR dalam Kondisi Selamat

BPBD Balangan Siapkan SIGAB KENCANA LINK DESTANA, Perkuat Ketahanan Kecamatan dan Desa Hadapi Bencana

Peringatan Hari Damai Aceh Ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman Ricuh!

Kondusivitas Wilayah dan Ekonomi Jadi Fokus Strategis Forkopimda Banjarbaru

“Ini adalah awal dari rangkaian untuk mewujudkan Udin sebagai Pahlawan Pers Nasional. Sebelum pemerintah memberikan gelar, kita sudah memberikan penghormatan kepada Udin sebagai Pahlawan Pers Nasional,” kata Hudono.

Menurut Hudono, Udin merupakan anggota PWI dengan nomor Anggota 13.00.3794.92.M.VI yang gugur setelah dianiaya pada 13 Agustus 1996. Udin kemudian menjalani perawatan di RS Bethesda Yogyakarta sebelum meninggal dunia pada 16 Agustus 1996.

Selama tiga dekade, kasus tersebut belum terungkap secara tuntas. Karena itu, PWI DIY tidak hanya memperjuangkan penghargaan negara terhadap perjuangan Udin, tetapi juga terus mendorong agar kebenaran mengenai kasus pembunuhannya dapat diungkap.

“Dalam perspektif jurnalistik, mengungkap kebenaran tidak mengenal kedaluwarsa. Kebenaran itu harus terungkap, sepahit apa pun,” tegas Hudono.

Ia mengatakan, perjuangan menjadikan Udin sebagai Pahlawan Nasional membutuhkan dukungan banyak pihak. PWI DIY akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah, organisasi profesi, akademisi, tokoh masyarakat, keluarga, serta berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap kebebasan pers dan demokrasi.

Ketua Tim Adhoc Pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional, Ki Bambang Widodo menyampaikan bahwa perjuangan mewujudkan Udin sebagai pahwalan nasional merupakan Keputusan Konfrensi Propinsi PWI DIY Tahun 2025. Sejumlah tahapan akan dilalui dan diharapkan berjalan lancar.

Dinsos DIY Berikan Apresiasi

Perwakilan Dinas Sosial DIY, Sapto Parjono, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap konsistensi PWI DIY dalam menjaga ingatan kolektif mengenai perjuangan Udin.

Menurutnya, perjuangan Udin memiliki nilai penting karena berkaitan dengan kebebasan pers, demokrasi, keberanian, independensi, dan kepedulian sosial.

Terkait usulan Udin sebagai Pahlawan Nasional, Sapto menjelaskan bahwa proses tersebut memiliki mekanisme dan persyaratan yang harus dipenuhi secara berjenjang.

Pengusulan antara lain mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010, serta Peraturan Menteri Sosial Nomor 15 Tahun 2012.

Ia menjelaskan sejumlah persyaratan umum dan khusus, antara lain memiliki integritas moral dan keteladanan, berjasa terhadap bangsa dan negara, berkelakuan baik, setia kepada bangsa dan negara, memiliki perjuangan atau pengabdian yang berdampak luas, melahirkan gagasan besar, menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, serta memiliki konsistensi semangat kebangsaan.

Dokumen pengusulan juga harus dilengkapi, antara lain rekomendasi pemerintah daerah, hasil sidang Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), riwayat hidup dan perjuangan, biografi, hasil seminar pengusulan, dokumentasi perjuangan, pendapat tokoh masyarakat, serta dokumen pendukung lainnya.

“Telah diabadikan namanya melalui sarana monumental sehingga dikenal masyarakat, seperti nama jalan, nama gedung, nama aula, dan sebagainya,” jelas Sapto.

Karena itu, penamaan Aula Fuad Muhammad Syafruddin di Kantor PWI DIY menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian pengusulan tersebut.

Kominfo DIY Dukung Perjuangan Udin

Dukungan terhadap perjuangan tersebut juga disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika DIY melalui Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Riris Puspita Wijaya Kridaningrat, S.T., M.Acc.

Riris menyampaikan apresiasi terhadap PWI DIY yang secara konsisten menjaga sejarah perjuangan Udin.

“Kami sangat mendukung momentum ini. Peringatan 30 tahun Udin diharapkan memberikan semangat kebebasan pers yang tetap membara,” ujarnya.

Menurutnya, pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional merupakan langkah penting untuk mengenang jasa dan perjuangan wartawan asal DIY tersebut.

Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendukung proses pengusulan sehingga nama Udin tidak hanya dikenang di Yogyakarta, tetapi juga mendapatkan pengakuan di tingkat nasional.

Tetenger di Makam Udin

Setelah penamaan Aula Fuad Muhammad Syafruddin di Kantor PWI DIY, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan pemasangan tetenger di makam Udin, Astono Girimulyo, Demangan, Dusun Gedongan, Tri Renggo, Bantul, pada pukul 13.25 WIB.

Pemasangan tetenger tersebut menjadi simbol pengabadian nama dan perjuangan Udin di tempat peristirahatan terakhirnya.

Hudono mengatakan PWI DIY akan terus mengawal proses pengusulan hingga mendapatkan keputusan dari negara.

“Udin adalah anggota PWI. Kompetensi dan legalitas kami sangat kuat untuk mengusulkan Udin sebagai Pahlawan Nasional. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” ujarnya.

Peringatan 30 tahun gugurnya Udin sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kesadaran bahwa perjuangan pers dalam mencari dan menyampaikan kebenaran merupakan bagian penting dari perjalanan demokrasi Indonesia.

Bagi PWI DIY, Udin bukan sekadar wartawan yang gugur dalam menjalankan tugas. Ia merupakan simbol keberanian pers dalam menghadapi ancaman, memperjuangkan kebenaran, dan mempertahankan independensi jurnalistik.

Karena itu, perjuangan menjadikan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional akan terus dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya sekaligus upaya negara untuk merawat sejarah perjuangan kebebasan pers Indonesia.(*)

Keterangan Gambar

Ketua PWI DIY Hudono Bersama keluarga Udin di depan Prasasti Peresmian Aula Fuad Muhammad Syafruddin.

Ketua PWI DIY, Hudono Bersama keluarga Udin dan jajaran Dewan Penasehat dan Dewan Pakar PWI DIY di depan prasasti Aula Fuad Muhammad Syafruddin

Ketua PWI DIY, Hudono memaparkan jejak dan alasan memperjuangkan Udin sebagai pahlawan nasional.

Pelepasan penutup tetenger Fuad Muhammad Syafruddin di makamnya dengan disaksikan pengurus, anggota PWI DIY dan keluarga Udin.

Tetenger Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) di makamnya, sebagai penanda bahwa PWI DIY sudah menilai Udin yang merupakan anggota PWI sebagai pahlawan Nasional

Share26Tweet16Send

Related Posts

Satu Tanda Tangan yang Mengubah Nasib Warga

Satu Tanda Tangan yang Mengubah Nasib Warga

by Az-Zukhairy
21 Juni 2026

Oleh: Dr. Agatha Jumiati, S.H, M.H, Dosen Fakultas Hukum, Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta REDAKAI8.COM, BANJAR - Dalam kehidupan sehari-hari,...

Sisi Gelap ‘Pers Pemeras’, Kala Pena Berganti AI dan Kode Etik Menjadi Komoditas

Sisi Gelap ‘Pers Pemeras’, Kala Pena Berganti AI dan Kode Etik Menjadi Komoditas

by Ramadhani MTD.
15 Juni 2026

Penulis: Ramadhani Damoiko Dunia jurnalistik Indonesia hari ini tengah menghadapi musuh dalam selimut yang kian mengkhawatirkan. Alih-alih menjalankan fungsi sebagai...

Menjemput Berkah Lewat Gorengan Seribu Rupiah di Jantung Kota Banjarbaru

Menjemput Berkah Lewat Gorengan Seribu Rupiah di Jantung Kota Banjarbaru

by Ramadhani MTD.
13 Juni 2026

Penulis: Ramadhani Damoiko Di tengah deru mesin kota dan kepulan asap kendaraan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, riuh rendah...

Load More

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In