REDAKSI8.COM, TANAH LAUT – Sebuah fenomena tak biasa terjadi dalam operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, pada Kamis (13/8/2026) kemarin.
Jika biasanya aksi pemadaman Karhutla di berbagai wilayah Kalimantan Selatan diramaikan oleh ratusan personel gabungan, baik dari instansi berwenang maupun barisan relawan swasta (LSM), pemandangan berbeda justru terlihat di Tanah Laut. Tahun ini.


Upaya pemadaman seolah hanya bertumpu pada pihak BPBD dengan kondisi personel yang terbatas.
Kondisi tersebut diakui langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut, Aspi Setia Rahman.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Aspi mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah membuka kembali keran komunikasi dengan para relawan pemadam kebakaran di Bumi Tuntung Pandang.
“Seperti itulah, saya baru sekitar satu tahun ini di BPBD. Saat ini sedang proses membuka komunikasi dengan kawan-kawan relawan. Karena setahu saya, di internal mereka sendiri masih banyak ‘PR’ yang harus diselesaikan, sepertinya belum kompak. Itulah yang hendak saya harmoniskan saat ini,” ungkap Aspi.
Meski demikian, peristiwa kebakaran lahan di titik Tambang Ulang tersebut akhirnya berhasil dijinakan pada pukul 23.00 WITA.
“Alhamdulillah, setelah tim susulan datang membawa satu unit mesin tambahan, akhirnya kita semua bisa bekerja maksimal dan api dapat dipadamkan malam tadi,” tambahnya.
Menurutnya, kemunculan titik api yang terjadi secara bersamaan di beberapa lokasi berbeda menjadi faktor utama keterlambatan. Hal ini membuat personel mesti membagi fokus dan waktu tempuh dari satu titik ke titik lainnya menjadi lebih lama.
“Memang kendala kita selama ini adalah seringnya muncul titik api yang bersamaan di beberapa tempat. Selain itu, akses menuju lokasi kebakaran juga seringkali sulit dicapai,” pungkasnya.



