REDAKSI8.COM, BALANGAN — Upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan masyarakat di Kabupaten Balangan terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Salah satunya melalui pertemuan antara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Balangan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Kepolisian Resor (Polres) Balangan.
Sinergi tersebut mengemuka dalam Rapat Bulanan FKUB Kabupaten Balangan Tahun 2026 yang dirangkai dengan silaturahmi bersama Kapolres Balangan AKBP Arif Mansyur, S.H., S.I.K., M.M., beserta jajaran di Aula Asy Syura Kantor Kemenag Balangan, Kamis (13/8/2026).


Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komitmen bersama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketenteraman masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Balangan, Dr. Hj. Nahdiyatul Husna, S.Pd.I., M.M., menegaskan bahwa Kemenag Balangan siap mendukung langkah kepolisian, khususnya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, bullying, serta penguatan hubungan kekeluargaan di lingkungan satuan kerja maupun masyarakat.
Menurutnya, Kemenag memiliki jaringan yang cukup luas hingga ke tingkat masyarakat sehingga dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam menyampaikan edukasi dan pencegahan.
“Kemenag Balangan siap menindaklanjuti upaya tersebut melalui 72 satuan kerja yang berada di bawah Kemenag Balangan. Selain itu, jajaran Bimas Islam, KUA, dan 26 penyuluh agama juga akan turut memberikan edukasi kepada masyarakat melalui majelis taklim maupun organisasi kemasyarakatan,” ujar Hj. Husna.
Salah satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah ancaman narkoba yang dinilai semakin membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Hj. Husna menilai pencegahan harus dilakukan sejak dini, terutama terhadap anak-anak dan remaja. Menurutnya, lingkungan keluarga, sekolah, tempat ibadah, serta komunitas masyarakat memiliki peran penting dalam membentengi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh penyalahgunaan narkoba.
Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk turun langsung bersama jajaran Kemenag apabila diperlukan dalam kegiatan edukasi dan pencegahan di lapangan.
“Insya Allah saya beserta Pak Kasi Bimas Islam akan men-support kawan-kawan di lapangan dan siap ikut turun ke lapangan untuk bagaimana caranya anak-anak kita di usia remaja ini tidak sampai terjerumus,” katanya.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pencegahan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Edukasi keagamaan, penguatan karakter, perhatian keluarga, serta keterlibatan tokoh masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam membangun benteng perlindungan bagi generasi muda.
Sementara itu, Kapolres Balangan AKBP Arif Mansyur mengapresiasi sambutan dan dukungan dari jajaran Kemenag Balangan serta FKUB.
Ia berharap silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara kepolisian, Kementerian Agama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Balangan.
Kapolres menilai tokoh agama memiliki posisi strategis dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan kepada masyarakat. Pendekatan persuasif melalui figur yang dipercaya masyarakat dinilai dapat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi persoalan sosial.
“Narkoba menjadi salah satu ancaman serius terhadap generasi penerus. Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat karena pendekatan persuasif melalui tokoh yang dihormati masih memiliki pengaruh kuat di tengah masyarakat,” paparnya.
Karena itu, sinergi antara aparat penegak hukum dengan tokoh agama diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui edukasi secara rutin dan menyentuh langsung masyarakat.
Selain narkoba dan persoalan sosial lainnya, Kapolres Balangan juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran lahan.
Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan, jarak pandang, hingga aktivitas masyarakat.
Karena itu, pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga masyarakat di tingkat desa.
“Mari kita sama-sama saling sinergi, saling bantu, saling memberikan masukan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Pertemuan Kemenag, FKUB, dan Polres Balangan menjadi gambaran bahwa menjaga keamanan dan kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan. Persoalan seperti narkoba, bullying, intoleransi, hingga karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat.
Dengan dukungan 72 satuan kerja Kemenag Balangan, jajaran Bimas Islam, KUA, para penyuluh agama, FKUB, tokoh agama, serta kepolisian, edukasi kepada masyarakat diharapkan dapat dilakukan lebih luas dan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi langkah preventif untuk menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif, sekaligus melindungi generasi muda Balangan dari berbagai ancaman sosial.
Ke depan, sinergi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya mampu menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga semakin memperkuat kerukunan umat beragama serta membangun kesadaran masyarakat bahwa keamanan, ketenteraman, dan keharmonisan merupakan tanggung jawab bersama.



