REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan adanya permintaan uang kepada pengunjung di kawasan bermain anak Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura. Respons ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kenyamanan, ketertiban, serta memastikan seluruh fasilitas publik dapat dinikmati masyarakat tanpa adanya pungutan yang menimbulkan kesalahpahaman.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas perangkat daerah. Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar turun untuk melakukan pemantauan sekaligus mengidentifikasi kondisi yang sebenarnya di lapangan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, menjelaskan bahwa hasil pemantauan awal menemukan adanya warga yang menyediakan kotak untuk menerima uang dari pengunjung. Menurut keterangan yang diperoleh, kotak tersebut digunakan dengan alasan membantu menjaga alas kaki para pengunjung yang harus melepas sandal atau sepatu sebelum memasuki area bermain anak.
“Hasil pemantauan awal menunjukkan adanya masyarakat yang menyediakan kotak untuk menerima uang dengan alasan membantu menjaga alas kaki pengunjung yang memasuki area bermain anak,” ujar Nyoman.
Ia menerangkan, aktivitas tersebut umumnya berlangsung pada sore hingga malam hari ketika jumlah pengunjung meningkat. Meski demikian, pemerintah ingin memastikan keberadaan kotak tersebut tidak menimbulkan persepsi seolah-olah terdapat pungutan resmi di area fasilitas publik.
Untuk mengantisipasi terulangnya persoalan serupa, Dishub Kabupaten Banjar telah mengusulkan sejumlah langkah penataan. Di antaranya menyediakan tempat penyimpanan alas kaki yang lebih tertata, mengkaji kemungkinan pengunjung tetap diperbolehkan menggunakan alas kaki di area tertentu dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan anak-anak, hingga menempatkan petugas yang bertugas melakukan pengawasan apabila ditemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Banjar, Yuana Karta Abidin, mengatakan pihaknya belum mengambil kesimpulan dan masih melakukan pendalaman terhadap informasi yang berkembang dengan menemui pihak-pihak yang berada di lokasi.
“Kita masih melakukan pendalaman terkait informasi itu,” katanya.
Selain melakukan klarifikasi, Satpol PP juga terus memberikan pembinaan kepada para pedagang yang beraktivitas di sekitar taman. Para pedagang diingatkan agar menata lapak dengan rapi, tidak mengganggu akses pejalan kaki maupun area bermain anak, sehingga kawasan Taman CBS tetap bersih, tertib, dan nyaman dikunjungi masyarakat.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPRKPLH Kabupaten Banjar, Sutiyono, mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah. Menurutnya, keberhasilan menjaga kualitas ruang publik tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Kita semua harus peduli, karena ini menjadi kunci agar taman tetap menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak maupun keluarga,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Banjar menegaskan bahwa setiap laporan maupun masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penataan fasilitas, penguatan pengawasan, serta penyediaan sarana pendukung akan terus dilakukan agar masyarakat dapat memanfaatkan ruang publik secara nyaman, aman, dan bebas dari praktik yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Melalui langkah cepat ini, Pemkab Banjar berharap Taman Cahaya Bumi Selamat tetap menjadi ruang terbuka yang ramah bagi anak-anak dan keluarga. Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu menyampaikan laporan atau masukan apabila menemukan hal-hal yang perlu dibenahi di fasilitas umum. Dengan komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, setiap persoalan dapat diselesaikan secara objektif sehingga ruang publik tetap menjadi tempat rekreasi yang tertib, aman, dan memberikan manfaat bagi seluruh warga.



