Jumat, 31 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Ayah Boy Simamora Minta Kepastian: Kalau Dimakan Buaya Katakan Buaya, Kalau Dibunuh Katakan Dibunuh

Dedi Pasaribu by Dedi Pasaribu
31 Juli 2026
A A
Ayah Boy Simamora Minta Kepastian: Kalau Dimakan Buaya Katakan Buaya, Kalau Dibunuh Katakan Dibunuh
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, TAPTANULI TENGAH -Penantian panjang keluarga almarhum Boy Simamora terhadap kepastian penyebab kematian putranya masih belum berakhir. Didampingi Tim Advokat Peduli Boy Simamora, ayah korban, Lamsehat Simamora (46), mendatangi Satreskrim Polres Tapanuli Tengah, Kamis (30/7/2026), untuk kembali meminta kejelasan atas kasus yang hingga kini masih dalam tahap penyelidikan.

Dengan suara bergetar, Lamsehat menyampaikan harapan sederhana kepada penyidik. Ia meminta kepolisian segera memastikan penyebab kematian anaknya agar keluarga tidak lagi hidup dalam ketidakpastian.

“Kalau memang anak saya dimakan buaya, katakan dimakan buaya. Kalau dibunuh orang, katakan dibunuh orang. Itu saja yang kami minta sebagai keluarga,” ujar Lamsehat di depan ruangan Satreskrim Polres Tapanuli Tengah.

Menurutnya, lebih dari dua bulan keluarga menunggu kepastian hukum tanpa jawaban yang jelas. Selama itu pula mereka berulang kali mendatangi Polres Tapanuli Tengah dengan harapan memperoleh perkembangan penyelidikan.

LihatJuga :

Pemuda Balangan Ukir Prestasi, M. Paissal Ari Dani Raih Gelar Wiramuda Berprestasi Tingkat Provinsi Kalsel 2026

Kolaborasi Perdana PT Pelsart-PGRI Perkuat Kompetensi Guru, Pendidikan Kotabaru Makin Siap Bertransformasi

Bupati Tanah Bumbu, Bang Arul Tingkatkan Kenyamanan Sarana Ibadah, Halaman Masjid di Desa Mantawakan Mulia Kini Lebih Tertata

BAZNAS Dan BPJS Ketenagakerjaan Bersinergi Hadirkan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Mustahik

Lamsehat mengaku perjuangan tersebut tidak mudah. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, keluarganya harus menempuh perjalanan sekitar 107 kilometer dari Kecamatan Manduamas menuju Polres Tapanuli Tengah setiap kali mencari informasi.

“Kami keluarga yang tidak mampu. Kami capek bolak-balik hanya untuk mencari kepastian tentang kematian anak kami,” katanya.

Ia berharap penyelidikan segera menemukan titik terang sehingga keluarga tidak lagi dihantui berbagai spekulasi mengenai penyebab kematian putranya.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Advokat Peduli Boy Simamora yang terdiri dari 13 pengacara dari Jakarta, Medan, Sibolga, dan Tapanuli Tengah menyatakan komitmennya mengawal kasus tersebut hingga memperoleh kepastian hukum.

Juru bicara tim, Thomas Pakpahan, meminta Polres Tapanuli Tengah menuntaskan penyelidikan secara profesional dan transparan, serta mengungkap secara jelas apakah Boy Simamora meninggal akibat serangan buaya atau terdapat unsur tindak pidana.

Menurut Thomas, penyidik juga telah menyampaikan bahwa gelar perkara akan kembali dilakukan dalam waktu dekat untuk memperjelas hasil penyelidikan.

Sebelumnya, Polres Tapanuli Tengah telah memaparkan perkembangan penanganan kasus tersebut dalam konferensi pers pada Jumat (17/7/2026) kemarin

Kasat Reskrim IPTU Dian Agustian Perdana, SH, didampingi ahli forensik RSUD Pandan dr. Binsar Lubis dan Kasi Humas IPTU A.P. Limbong, menjelaskan bahwa penyidik telah memeriksa 20 saksi, melakukan autopsi, meminta keterangan ahli, mengirim barang bukti ke Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara, serta menggelar perkara yang dihadiri keluarga korban, penasihat hukum, dan ahli forensik.

“Perkara ini masih pada tahap penyelidikan, belum penyidikan. Tujuan penyelidikan adalah mencari dan menemukan apakah peristiwa ini merupakan tindak pidana atau bukan. Karena itu kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban,” tegas IPTU Dian Agustian Perdana.

Share26Tweet16Send

Related Posts

Pemuda Balangan Ukir Prestasi, M. Paissal Ari Dani Raih Gelar Wiramuda Berprestasi Tingkat Provinsi Kalsel 2026

Pemuda Balangan Ukir Prestasi, M. Paissal Ari Dani Raih Gelar Wiramuda Berprestasi Tingkat Provinsi Kalsel 2026

by erna wati
31 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Balangan. M. Paissal Ari Dani berhasil meraih gelar juara dalam...

Bupati Tanah Bumbu, Bang Arul Tingkatkan Kenyamanan Sarana Ibadah, Halaman Masjid di Desa Mantawakan Mulia Kini Lebih Tertata

Bupati Tanah Bumbu, Bang Arul Tingkatkan Kenyamanan Sarana Ibadah, Halaman Masjid di Desa Mantawakan Mulia Kini Lebih Tertata

by erna wati
31 Juli 2026

REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU - Pemasangan paving block di halaman Masjid An Nur, Desa Mantawakan Mulia, Kecamatan Mantewe, menjadi salah satu...

BAZNAS Dan BPJS Ketenagakerjaan Bersinergi Hadirkan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Mustahik

BAZNAS Dan BPJS Ketenagakerjaan Bersinergi Hadirkan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Mustahik

by erna wati
31 Juli 2026

REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU - BPJS Ketenagakerjaan bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat sinergi dalam menghadirkan perlindungan jaminan sosial...

Load More

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In