REDAKSI8.COM, BANJAR – PT developer Diah Wahyu pratama menunjukkan bela sungkawa dan rasa kemanusiaan atas musibah ambruknya tiga rumah di Komplek Fadillah Perdana Lima, Jalan Tembikar Kanan, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Sabtu pagi (25/7/2026).
Pihak developer diwakili kuasa hukum Agus Hidayatullah (Borneo Konsultan Fa) langsung bergerak cepat dengan mendatangi pihak korban/keluarga korban musibah tersebut, Sabtu sore (25/7/2026).

Yang bersangkutan menyatakan bela sungkawa terdalam atas musibah yang terjadi.
Selain itu Ia menyampaikan niat baik dan rasa kemanusiaan (Tali Asih) dari pihak developer untuk menanggung biaya perawatan rumah sakit korban-korban yang terdampak membangun kembali rumah yang roboh, menyediakan tempat tinggal sementara selama proses pembangunan, memberikan santunan kepada keluarga, serta menghibahkan satu unit rumah kepada keluarga korban yang anaknya meninggal dunia.
Salah satu korban terdampak musibah Sulistya Rachmawati, ibu korban seorang anak yang meninggal dunia dalam kejadian musibah tersebut, saat dikonfirmasi pada Senin (27/07/2026) mengatakan, pihak developer telah berupaya menjalin komunikasi dengan keluarganya di sore hari pascakejadian.
Pertemuan kembali dilakukan setelah prosesi pemakaman anaknya untuk membahas bentuk pertanggungjawaban atas musibah tersebut.
“Sudah datang dan berusaha menghubungi. Malam itu juga sudah bertemu, kemudian setelah pemakaman anak kami kembali bertemu untuk membahas pertanggungjawabannya,” ujar Sulistya.
Ia mengaku, dalam pertemuan tersebut PT Diah Wahyu Pratama menyampaikan sejumlah komitmen kepada keluarga korban.
Di antaranya membangun kembali rumah yang roboh, menanggung seluruh biaya pengobatan korban hingga dinyatakan sembuh, menyediakan tempat tinggal sementara selama proses pembangunan, memberikan santunan kepada keluarga, serta menghibahkan satu unit rumah kepada keluarga korban yang anaknya meninggal dunia.
Atas komitmen tersebut, Sulistya mengaku menerima itikad baik tersebut dan merasa bersyukur atas itikad baik tali asih yang disampaikan pihak developer.
“Kami menyambut dan menerima baik pertanggungjawaban mereka terhadap musibah yang kami alami,” katanya.
Pun dia memastikan penyelesaian persoalan antara keluarganya dengan pihak PT Diah Wahyu Pratama telah ditempuh secara kekeluargaan baik secara komitmen lisan maupun tertulis.
“Alhamdulillah Secara kekeluargaan sudah diselesaikan,” tuturnya.
Sementara itu, kuasa hukum PT Diah Wahyu Pratama dari Borneo Konsultan FA, Agus Hidayatullah menegaskan, perusahaan berkomitmen penuh memenuhi tanggung jawabnya kepada para korban sebagai bentuk rasa duka cita yang mendalam dan juga kepedulian perikemanusiaan atas musibah yang terjadi.
Menurut Agus, PT Diah Wahyu Pratama telah berkomitmen membangun kembali rumah yang roboh, memberikan santunan kepada keluarga korban, menanggung seluruh biaya pengobatan hingga korban dinyatakan sembuh, menyediakan tempat tinggal sementara selama proses pembangunan, serta menghibahkan satu unit rumah kepada keluarga korban yang anaknya meninggal dunia.
“Ini merupakan bentuk rasa kemanusiaan dan kepedulian perusahaan, serta tanggungjawab moral atas musibah yang tidak dikehendaki bersama. Kami berharap seluruh komitmen tali asih yang telah disampaikan dapat memberikan manfaat dan membantu proses pemulihan para korban,” begitu kata Agus.
Rumah tinggal sementara ujarnya telah disiapkan bagi korban terdampak lainnya.
Seluruh bentuk bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen PT Diah Wahyu Pratama untuk memberikan pertanggungjawaban kepada seluruh korban yang terdampak musibah.
Diketahui, insiden robohnya rumah di Perumahan Fadillah V, Desa Pemurus, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar, mengakibatkan seorang anak meninggal dunia serta sejumlah penghuni lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik, sementara PT Diah Wahyu Pratama menyatakan akan menjalankan komitmen pertanggungjawaban kepada para korban sebagai bentuk kepedulian dan dan tanggung jawab moral berlandaskan rasa perikemanusiaan atas musibah tersebut.



