REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) mengimbau seluruh pembudidaya ikan untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul mulai menurunnya debit air di Waduk Riam Kanan akibat memasuki musim kemarau. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi kualitas perairan dan mengancam keberlangsungan usaha budidaya ikan apabila tidak segera diantisipasi.
Kepala DKPP Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani, melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Bandi Chairullah, mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada para pembudidaya, baik yang memanfaatkan kolam budidaya maupun Keramba Jaring Apung (KJA), agar segera mengambil langkah pencegahan.

Menurut Bandi, penurunan debit air Waduk Riam Kanan yang menjadi salah satu sumber pasokan air irigasi dapat berdampak langsung terhadap kondisi perairan di sejumlah lokasi budidaya ikan.
“Kami mengimbau seluruh pembudidaya ikan agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap potensi penurunan debit air Waduk Riam Kanan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, perubahan pola operasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir. P. M. Noor sebagai dampak menurunnya volume air waduk berpotensi memengaruhi kualitas air yang digunakan untuk kegiatan budidaya.
Apabila kondisi tersebut tidak diantisipasi sejak dini, sejumlah risiko dapat terjadi, mulai dari menurunnya kadar oksigen terlarut di dalam air, perubahan kualitas air, hingga meningkatnya potensi kematian ikan dalam jumlah besar yang tentu akan merugikan para pembudidaya.
Untuk mengurangi risiko tersebut, DKPP Kabupaten Banjar mengimbau para pembudidaya melakukan beberapa langkah antisipasi, seperti mengurangi kepadatan tebar ikan sesuai kapasitas air yang tersedia, menambah aerator atau pompa air guna meningkatkan kandungan oksigen, serta rutin memantau kualitas air dan kondisi kesehatan ikan.
Selain itu, pembudidaya juga disarankan menyiapkan kolam maupun embung sebagai cadangan air apabila kondisi debit air terus mengalami penurunan. Jika menemukan kendala di lapangan, para pembudidaya diminta segera berkoordinasi dengan penyuluh perikanan atau menghubungi DKPP Kabupaten Banjar agar dapat memperoleh pendampingan teknis.
Sementara itu, Manager ULPLTAD Gunung Bamega, Reza Permana, menjelaskan bahwa penurunan debit air Waduk Riam Kanan merupakan fenomena yang lazim terjadi setiap memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya curah hujan sehingga inflow atau debit air yang masuk ke waduk ikut menurun.
Reza menegaskan, penurunan debit air tersebut bukan menjadi penyebab utama terjadinya pemadaman listrik yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah.
Menurutnya, berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah Kalimantan Selatan telah memasuki musim kemarau. Untuk menjaga ketersediaan air di bagian hilir hingga datangnya musim penghujan, pengelola waduk melakukan pengaturan operasi pembangkit dengan mengoperasikan satu unit turbin berkapasitas 5 megawatt sejak 1 Juli 2026, ketika Tinggi Muka Air (TMA) berada pada level 57,00 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Melalui langkah antisipasi yang dilakukan sejak dini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap para pembudidaya ikan dapat meminimalkan risiko kerugian akibat perubahan kondisi perairan selama musim kemarau. DKPP juga memastikan akan terus melakukan pemantauan dan memberikan pendampingan kepada para pembudidaya agar produksi perikanan di Kabupaten Banjar tetap terjaga.



