REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Gedung Rumah Sakit Bhayangkara Banjarbaru di Jalan Ahmad Yani Kilometer 35, Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru, resmi dioperasikan, Jumat (10/7/26).
Kehadiran rumah sakit itu diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan bagi anggota Polri, keluarga, sekaligus masyarakat umum di Kota Banjarbaru dan sekitarnya.

Peresmian gedung dilakukan oleh Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapus Dokes) Polri, Irjen Pol Asep Hendradiana, didampingi Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.
Dengan beroperasinya rumah sakit tersebut menjadi bagian dari penguatan pelayanan kesehatan Polri di Kalimantan Selatan.
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan, peresmian gedung menandai dimulainya operasional Rumah Sakit Bhayangkara Banjarbaru.
“Pagi ini kita meresmikan gedung Rumah Sakit Bhayangkara, dan alhamdulillah Pak Kapus Dokes bisa hadir di tengah-tengah kita untuk meresmikan gedung ini sekaligus menandai pelaksanaan operasionalnya,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan rumah sakit tersebut memudahkan warga untuk memperoleh layanan kesehatan sekaligus menjadi bagian dari upaya Polri meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya, dengan keberadaan Rumah Sakit Bhayangkara ini khususnya di tengah-tengah Kota Banjarbaru bisa membantu masyarakat untuk lebih cepat mengakses layanan-layanan kesehatan yang ada di Banjarbaru,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pembangunan rumah sakit merupakan tindak lanjut dari arahan Pak Kapolri agar Polri terus menghadirkan pelayanan terbaik di berbagai sektor, termasuk kesehatan.
“Kita melaksanakan perintah dari Bapak Kapolri untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat di segala bidang, khususnya hari ini di bidang kesehatan,” katanya.
Kapolda juga mengungkapkan, Rumah Sakit Bhayangkara Banjarbaru diusulkan menjadi satuan kerja tersendiri (satker).
Sementara bangunan cagar budaya yang berada di depan rumah sakit tetap dipertahankan dan direncanakan akan digunakan untuk mendukung operasional rumah sakit.
“Yang di Banjarmasin tetap berjalan, di sini juga akan berjalan, dan kita usulkan ini menjadi satker tersendiri, dan saat ini masih dalam proses di stamarena (Staf Utama Perencanaan Umum dan Anggaran) di Mabes Polri,” jelasnya.
“Sedangkan bangunan yang di depan (Rumah Sakit) itu cagar budaya. Jadi cagar budaya kita pertahankan karena peninggalan satu-satunya di Kalimantan Selatan. Mungkin bisa dijadikan sarana komersil untuk mendukung operasional dari rumah sakit ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kapus Dokes Polri, Irjen Pol Asep Hendradiana mengatakan, Rumah Sakit Bhayangkara Banjarbaru akan terintegrasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih luas.
“InsyaAllah Rumah Sakit Bayangkara Banjarbaru ini juga bagian yang terintegrasikan dengan Rumah Sakit Bayangkara di Banjarmasin, yang akan memberikan pelayanan kesehatan bagi anggota Polri, keluarga, dan masyarakat,” tuturnya.
Ia menyebut, fasilitas rumah sakit akan terus dilengkapi secara bertahap agar mampu memberikan pelayanan yang semakin optimal.
Seperti beberapa alat-alat pendukung lainnya untuk menunjang masih harus dilengkapi, sehingga nanti pada saatnya akan lebih memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.
“Dengan bangunan yang cukup baik, cukup megah, dan insyaallah representatif, memang secara bertahap ini akan terus ditingkatkan,” ucapnya.
Selain pelayanan kesehatan umum dan spesialis, rumah sakit juga akan mendukung berbagai kebutuhan kedokteran kepolisian, seperti visum hingga kegiatan investigasi ilmiah.
“Salah satu hal juga yang menjadi atensinya, Rumah Sakit Bayangkara berperan di dalam kegiatan, khususnya untuk kegiatan operasi kepolisian, misalnya visum, epilepsi, visum hidup, visum meninggal, dan mendukung kegiatan saintifik, krim investigasi, dan lainnya,” sebutnya.
Irjen Pol Asep menambahkan, pengembangan Rumah Sakit Bhayangkara di wilayah Kalimantan Selatan akan terus dilakukan sesuai arahan Kapolri, termasuk peningkatan kapasitas tempat tidur dan layanan bagi masyarakat.
“Kapasitas targetnya kalau dengan bangunan kurang lebih hampir 5 lantai ya, itu kurang lebih 100 tempat tidur. Di sini juga nanti pelayanan BPJS bisa dilaksanakan,” tuntasnya.



