REDAKSI8.COM, BANJAR – Berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat Desa Gunung Batu, Kecamatan Sambung Makmur, mulai dari kondisi infrastruktur jalan, keterbatasan air bersih saat musim kemarau hingga minimnya penerangan jalan umum (PJU), menjadi aspirasi utama yang disampaikan dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Banjar Daerah Pemilihan (Dapil) V, H. Zainal Abidin, SH.
Kegiatan reses yang dilaksanakan (sesuaikan dengan tanggal pelaksanaan) usai Salat Ashar tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog terbuka. Reses menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung kebutuhan pembangunan yang selama ini menjadi harapan warga agar dapat diperjuangkan melalui kebijakan dan program Pemerintah Kabupaten Banjar.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sambung Makmur Yuana Karta Abidin, S.STP., Kapolsek Sambung Makmur, Pemerintah Desa Gunung Batu, pengurus PKK, anggota Linmas, kader Posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga dari berbagai dusun di Desa Gunung Batu.
Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan prioritas yang dinilai sangat mendesak. Selain peningkatan kualitas infrastruktur jalan, warga juga berharap adanya penambahan PJU, pengembangan sarana air bersih, peningkatan sektor pertanian, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Gunung Batu, M. Albilaluddin, SH, menjelaskan bahwa seluruh usulan tersebut bukanlah aspirasi yang muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil musyawarah desa dan berbagai forum bersama masyarakat. Aspirasi tersebut kemudian dirangkum dan disampaikan kepada DPRD Kabupaten Banjar agar dapat menjadi perhatian dalam penyusunan program pembangunan daerah.
Menurutnya, salah satu kebutuhan paling mendesak adalah peningkatan jalan poros yang menghubungkan Dusun Lombok 1 menuju Desa Batu Balian RT 2, Kecamatan Simpang Empat. Meski secara administratif berada di wilayah desa lain, jalan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat Desa Gunung Batu.
“Jalan ini setiap hari digunakan masyarakat untuk aktivitas pendidikan, pertanian, perdagangan, hingga keperluan sosial. Karena itu kondisinya sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi warga,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan peningkatan jalan poros Dusun Lombok 2 menuju Desa Sungkai hingga Pasar Sungkai. Jalur tersebut merupakan akses penting bagi petani dalam mengangkut hasil panen sekaligus menjadi jalur mobilitas masyarakat menuju pusat perdagangan.
“Kedua ruas jalan tersebut memang berada pada wilayah administrasi desa lain, tetapi menjadi akses utama masyarakat kami. Karena itu kami berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Banjar agar pembangunan jalan tersebut dapat diwujudkan,” kata M. Albilaluddin.
Tidak hanya infrastruktur jalan, warga juga meminta penambahan penerangan jalan umum di sejumlah titik, khususnya di Dusun Lombok 1, Dusun Lombok 2, dan Dusun Gunung Pandan. Keberadaan PJU dinilai penting untuk meningkatkan keamanan, keselamatan pengguna jalan, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.
Persoalan air bersih juga menjadi perhatian serius dalam reses tersebut. M. Albilaluddin menjelaskan bahwa Desa Gunung Batu sebenarnya telah memiliki sejumlah sumber air yang dibangun melalui berbagai program pemerintah dan kolaborasi dengan pihak swasta.
Saat ini desa telah memiliki dua embung yang dibangun Pemerintah Kabupaten Banjar, satu embung hasil kerja sama Pemerintah Desa dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kadya Caraka Mulia (KCM), serta bantuan sumur bor dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Namun, menurutnya, keberadaan sumber air tersebut belum sepenuhnya dapat dinikmati masyarakat karena masih diperlukan pembangunan jaringan pipanisasi agar air dapat dialirkan langsung ke rumah-rumah warga, terutama saat musim kemarau.
“Prioritas kami berikutnya adalah pembangunan jaringan pipanisasi. Usulan ini sudah berproses di Dinas PUPR Kabupaten Banjar. Kami berharap dukungan DPRD agar program ini dapat segera direalisasikan sehingga kebutuhan air bersih masyarakat bisa terpenuhi secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Banjar H. Zainal Abidin, SH menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban setiap anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Seluruh masukan yang disampaikan warga akan menjadi bahan pembahasan dan diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD bersama pemerintah daerah.
Ia menilai pembangunan daerah akan berjalan lebih efektif apabila didasarkan pada kebutuhan nyata masyarakat di lapangan. Oleh karena itu, setiap aspirasi yang masuk akan dicatat dan dikawal agar dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan Kabupaten Banjar.
Menutup kegiatan, Kepala Desa Gunung Batu menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan perhatian DPRD Kabupaten Banjar yang telah datang langsung mendengarkan aspirasi masyarakat. Ia berharap seluruh usulan yang telah disampaikan dapat diwujudkan secara bertahap sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat perekonomian desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Gunung Batu.



