REDAKSI8.COM, KALSEL – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan (Kalsel) akan menindaklanjuti aspirasi para peternak ayam petelur terkait anjloknya harga telur melalui koordinasi bersama instansi terkait, termasuk Dinas Perdagangan mengenai distribusi dari luar daerah.
Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi mengatakan, pihaknya telah menggelar diskusi bersama Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalsel untuk membahas kondisi harga telur ayam ras yang terus mengalami penurunan.


“Kami bersama tim Pinsar berdiskusi terkait harga telur ayam ras yang cenderung terus mengalami penurunan. Kami juga sudah menyepakati data produksi dan distribusi telur ayam ras di Kalimantan Selatan,” ujarnya, Rabu (1/7/26).
Menurutnya, Kalimantan Selatan hingga saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan telur dan daging ayam ras di daerah sendiri, bahkan bisa memasok ke provinsi lain di Kalimantan.
“Telur ayam ras dan daging ayam ras di Kalimantan Selatan sudah swasembada. Bahkan produksinya juga memenuhi kebutuhan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur,” ucapnya.
Kendati demikian, ia tetap berharap seluruh stok telur yang diproduksi peternak lokal dapat terserap dengan baik sehingga mampu mendorong perbaikan harga di pasaran.
“Harapannya, dengan ketersediaan stok di Kalimantan Selatan, seluruh produksi dapat terdistribusi dengan baik dan harga telur bisa meningkat dibandingkan kondisi saat ini,” ungkapnya.
Suparmi menjelaskan, pertemuan dengan Pinsar tidak hanya dilakukan saat harga telur mengalami penurunan. Namun komunikasi tersebut rutin dilakukan sebagai bagian dari pembinaan kepada para pelaku usaha di sektor peternakan.
“Kami memang biasa berdiskusi dengan Pinsar untuk mencocokkan data produksi dan distribusi. Data itu menjadi bahan monitoring sekaligus laporan kepada Bapak Gubernur,” jelasnya.
Selain itu, Disbunnak Kalsel juga selalu membuka ruang komunikasi dengan organisasi peternak agar perkembangan sektor perunggasan di Kalimantan Selatan dapat terus dipantau.
“Silahkan kapan pun ingin audiensi, kami siap. Kalau saya ada, saya langsung memimpin. Kalau tidak, akan dipimpin kepala bidang. Dengan komunikasi yang terbuka seperti ini, kami bisa mengetahui perkembangan di lapangan,” katanya.
Di sisi lain, terkait keluhan para peternak mengenai masuknya telur ayam dari luar daerah, ia memastikan persoalan tersebut akan dibahas bersama Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan.
“Untuk masalah harga dan arus distribusi telur dari luar ke Kalimantan Selatan nanti akan kami diskusikan dengan Kepala Dinas Perdagangan. Kami juga sudah mengomunikasikan hal ini dan melaporkannya kepada pimpinan,” pungkasnya.



