REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya meningkatkan produktivitas budidaya ikan air tawar di Kabupaten Banjar terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi modern. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar bersama akademisi melaksanakan implementasi alat pemantau kualitas air berbasis multisensor Aquanotes di kolam budidaya Kelompok Tabulihin, Desa Karang Intan, Kecamatan Karang Intan.
Implementasi tersebut melibatkan Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah, bersama Prof. M. Iqbal Djawad, Ph.D., sebagai bagian dari uji coba teknologi yang diharapkan mampu membantu para pembudidaya ikan mengelola kualitas air secara lebih akurat dan berkelanjutan.


Prof. M. Iqbal Djawad menjelaskan, Aquanotes merupakan alat multisensor yang mampu mengukur hingga delapan parameter kualitas air secara real time. Berbeda dengan metode konvensional yang umumnya hanya melakukan pengecekan satu atau dua kali dalam sehari, bahkan ada yang hanya sekali dalam sepekan, alat ini dapat memantau kondisi air setiap menit selama 24 jam penuh.
Menurutnya, data yang terkumpul secara terus-menerus hingga sekitar lima bulan akan memberikan gambaran lengkap mengenai perubahan kualitas air di kolam budidaya. Dengan demikian, pembudidaya dapat mengetahui kondisi lingkungan yang paling ideal bagi pertumbuhan ikan.
“Melalui pemantauan yang berlangsung setiap menit, kita bisa mengetahui kapan kondisi air berada pada titik optimal sehingga ikan dapat tumbuh lebih sehat dan tingkat kelangsungan hidupnya meningkat,” jelasnya.
Aquanotes mampu mengukur berbagai parameter penting, seperti tingkat keasaman (pH), suhu air, kadar oksigen terlarut (DO), Total Dissolved Solid (TDS), kadar amonia, serta sejumlah parameter lainnya. Untuk budidaya air tawar seperti di Karang Intan, pengukuran salinitas tidak menjadi fokus utama karena kandungan garam di perairan relatif rendah.

Prof. M. Iqbal mengatakan Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Banjar, dipilih sebagai salah satu lokasi pengembangan teknologi Aquanotes untuk budidaya ikan air tawar karena memiliki potensi perikanan yang besar.
Selain mampu melakukan pemantauan secara real time, seluruh hasil pengukuran dapat diakses langsung melalui aplikasi Aquanotes di telepon pintar. Dengan fitur tersebut, pembudidaya tidak harus selalu berada di lokasi kolam karena kondisi kualitas air dapat dipantau dari mana saja.
Teknologi ini diharapkan menjadi solusi cerdas dalam manajemen budidaya ikan berbasis data. Apabila terjadi penurunan kualitas air yang berpotensi mengganggu kesehatan ikan, pembudidaya dapat segera mengambil tindakan sebelum menimbulkan kerugian.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah, menyampaikan apresiasi atas dukungan para peneliti yang telah menghadirkan teknologi tersebut di Kabupaten Banjar.
Ia berharap implementasi Aquanotes dapat menjadi awal penerapan sistem budidaya ikan yang lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan para pembudidaya ikan di daerah.
Kelompok Tabulihin di Kecamatan Karang Intan dipilih sebagai lokasi percontohan penggunaan Aquanotes. Hasil uji coba diharapkan menjadi dasar pengembangan teknologi ini agar dapat diterapkan lebih luas pada sentra-sentra budidaya ikan air tawar di Kabupaten Banjar maupun wilayah lainnya di Kalimantan Selatan.



