REDAKSI8..COM, BANJARBARU – Komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mendorong keterlibatan generasi muda menjaga lingkungan terus diperkuat. Melalui Bidang Kepemudaan, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar menggelar Seleksi Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Duta Pepelingasih) Tahun 2026 di Hotel Roditha Banjarbaru, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pemuda untuk menunjukkan kepedulian, kreativitas, serta gagasan inovatif dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Sebanyak 32 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum berusia 16 hingga 30 tahun, mengikuti proses seleksi untuk memperebutkan kesempatan mewakili Kabupaten Banjar di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.


Seleksi dibuka oleh Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar H Irwan Jaya yang diwakili Kepala Bidang Kepemudaan Muhari. Turut hadir Kasi Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda Supriyadi, serta sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan hidup, yakni Dewi Heldayati dari Bank Sampah Sekumpul, H Gusti Rendy Firmansyah dari DPRKPLH, dan Hendrit Purwanto selaku Ketua Pepelingasih Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Muhari menjelaskan bahwa program Pepelingasih merupakan program nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Program ini bertujuan memberdayakan generasi muda agar mampu mengambil peran strategis dalam upaya menjaga, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
Menurutnya, pemuda memiliki posisi penting sebagai motor penggerak perubahan sosial, termasuk dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banjar, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh peserta yang mengikuti seleksi ini. Siapa pun yang nantinya terpilih, diharapkan mampu membawa nama baik daerah saat mengikuti seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Muhari.
Ia menambahkan, pemilihan Duta Pepelingasih dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Para duta terbaik dari seluruh provinsi nantinya akan berkompetisi di tingkat pusat sebagai representasi pemuda peduli lingkungan dari daerah masing-masing.
Lebih lanjut, Muhari berpesan agar para peserta tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menjadikan momentum ini sebagai sarana meningkatkan kapasitas diri. Ia berharap para peserta dapat tumbuh menjadi pemuda yang produktif, kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi.
“Pemuda harus mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan sekitar. Melalui program ini, kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga mampu mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian alam,” katanya.
Selain mengikuti proses seleksi, para peserta juga mendapatkan berbagai materi terkait pengelolaan lingkungan, pengurangan sampah, serta peran generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kehadiran para narasumber diharapkan dapat menambah wawasan peserta sekaligus menginspirasi mereka untuk menghadirkan aksi nyata di tengah masyarakat.
Program Pepelingasih sendiri tidak sekadar mencari figur duta, tetapi juga menyiapkan kader-kader muda yang mampu menjadi agen perubahan lingkungan. Para duta yang terpilih nantinya diharapkan aktif melakukan edukasi, kampanye, dan kegiatan sosial yang berorientasi pada peningkatan kualitas lingkungan hidup.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap semakin banyak pemuda yang terlibat dalam gerakan pelestarian lingkungan. Dengan semangat dan kreativitas generasi muda, upaya mewujudkan lingkungan yang asri, bersih, dan sehat di Kabupaten Banjar diyakini dapat tercapai secara berkelanjutan.



