Rabu, 29 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Menjemput Berkah Lewat Gorengan Seribu Rupiah di Jantung Kota Banjarbaru

Ramadhani MTD. by Ramadhani MTD.
13 Juni 2026
A A
Menjemput Berkah Lewat Gorengan Seribu Rupiah di Jantung Kota Banjarbaru

Sebuah gerobak sederhana yang setiap pagi mengudarakan aroma makanan sejuta umat dengan harga hanya Rp1000 rupiah, di Pasar Sejumput , pinggir Jalan Kemuning Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Sabtu (13/6). Foto: Rama/Redaksi8.com.

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

Penulis: Ramadhani Damoiko

Di tengah deru mesin kota dan kepulan asap kendaraan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, riuh rendah perubahan begitu terasa.

Ketika harga-harga merangkak naik seolah tak memberi ruang bagi dompet yang kempis, sebuah gerobak sederhana di pinggir jalan justru menawarkan oase ketenangan sebuah keteguhan sikap yang tak tergerak oleh arus inflasi ekonomi.

Jarum jam baru menunjukkan pukul enam pagi, namun geliat kehidupan di pasar sejumput, pinggir Jalan Kemuning, Loktabat Selatan, sudah begitu hidup.

LihatJuga :

PLN ULP Gambut Akan Lakukan Pengaturan Operasi Kelistrikan Hari Ini, Imbas Kendala Teknis PLTGU

DKP Kalsel Pastikan Penyaluran BBM Subsidi Nelayan di Muara Kintap Sudah Sesuai Mekanisme

SPBN Muara Kintap Bantah Tuduhan Penyelewengan BBM Bersubsidi

Dibalik Kurban PLN UID Kalselteng, Ada Senyum Penerima yang Turut Merayakan Idul Adha

Di antara aroma sayur segar dan basahnya aspal pagi, menyeruak wangi gurih adonan yang digoreng matang.

Di sanalah stands sebuah gerobak kayu sederhana yang kokoh berdiri menantang zaman.

Sejak tahun 2006 genap dua dekade silam seorang ibu dengan tenangnya melayani pembeli.

Menu yang disajikan adalah kuliner sejuta umat, pisang goreng, tahu goreng, tempe goreng, bakwan, hingga sukun goreng.

Yang paling diburu pisang gorengnya. Perpaduan rasa manis alami dan gurih tepung, berpadu sempurna dengan cocolan saus petis yang endol.

Namun, daya tarik utama gerobak itu bukanlah sekadar rasanya yang memanjakan lidah, melainkan selembar uang kertas yang sudah kian kehilangan tajinya di kota besar, satu lembar seribu rupiah.

Ya, di saat harga Pertamax melonjak dan bahan-bahan pokok melambung tinggi, ibu ini bergeming.

Ia memilih bertahan menjual gorengannya dengan harga seribu rupiah per biji.

Ukurannya pun tidak mengecil, pas, adil dan mengenyangkan bagi para pelanggannya yang mayoritas merupakan warga sekitar dan pedagang pasar.

Ketika ditanya mengapa ia tidak ikut menaikkan harga mengikuti tren pasar, perempuan paruh baya ini tersenyum teduh.

Alasan yang meluncur dari bibirnya bukanlah hitung-hitungan matematis di atas kalkulator keuangan, melainkan sebuah filosofi hidup yang mendalam tentang hakikat rezeki.

“Kasian orang kalau saya naikkan harganya. Tidak apa-apa kecil keuntungannya, tapi insyaAllah berkah,” tuturnya lembut kepada Redaksi8.com.

Kalimat sederhana itu mengalir tulus, menggambarkan potret empati yang kian langka di era modern.

Baginya, berdagang bukan sekadar urusan memindahkan barang menjadi tumpukan uang, melainkan sarana untuk membantu sesama, khususnya mereka dengan ekonomi yang kurang beruntung.

“Meski keuntungan kecil tapi sebutannya tetap untung,” sambungnya dengan binar mata keyakinan.

Dengan mematok harga yang sangat bersahabat, ia memastikan sepotong kebahagiaan hangat di pagi hari masih bisa dinikmati oleh siapa saja tanpa perlu merasa terbebani.

Prinsip hidup ini justru membawa keajaiban tersendiri bagi usahanya.

Meski gerobaknya sangat bersahaja, dagangannya tak pernah sepi.

Dibuka pukul 06.00 pagi, lapaknya yang berada di tengah jantung Ibu Kota Kalsel tersebut seringkali sudah lutes sebelum matahari tepat berada di atas kepala.

“Ini aja sudah hampir habis, Alhamdulillah” ungkapnya bersyukur sembari menunjukkan sisa dagangannya yang menipis pada pukul sembilan pagi.

Pelajaran terbesar dari gerobak gorengan di Jalan Kemuning itu bukan hanya soal kepedulian sosial, melainkan tentang kemerdekaan hidup yang sejati.

Di tengah gaya hidup masyarakat modern yang kerap terjebak dalam lingkaran utang demi gengsi maupun modal usaha, ibu tiga anak itu memilih jalan yang sunyi namun menenteramkan jiwa.

“Saya tidak pernah ngutang untuk modal jualan. Semoga selamanya enggak ada urusan sama hutang-piutang,” terangnya dengan nada penuh penekanan.

Sebuah nasehat hidup yang menampar kehidupan modern, bahwa ketenangan batin tidak diukur dari seberapa besar gurita bisnis kita, melainkan dari kebebasan hidup tanpa bayang-bayang tagihan.

Lewat keuntungan yang kecil namun konsisten dan bersih dari beban utang, ia berhasil membuktikan sebuah mukjizat kehidupan mampu membesarkan dan menghidupi ketiga anaknya hingga tumbuh dewasa.

Keberkahan dalam kamus hidupnya, merupakan kecukupan yang membawa kedamaian, bukan kemewahan yang mengundang kecemasan.

“Meski jualan ini dengan keuntungan kecil, tetap Alhamdulillah bisa hidupin anak-anak,” pungkasnya.

Ketika gerobak itu mulai dibersihkan menjelang siang, sebuah pelajaran berharga tertinggal di Jalan Kemuning.

Dari sepotong gorengan seharga seribu rupiah, kita diajarkan rezeki itu sudah diatur, namun berkah harus dijemput dengan kejujuran.

Hidup secukupnya tanpa utang jauh lebih berharga daripada bergelimang harta namun dihantui gelisah.

Karena pada akhirnya, esensi hidup bukan seberapa banyak yang kita kumpulkan, melainkan seberapa luas kebermanfaatan yang bisa kita bagikan.

Share27Tweet17Send

Related Posts

PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H

Didesak Belasan LSM Soal Pemadaman Berulang, PLN UP3 Banjarmasin Janjikan Penambahan Pasokan Daya dan Skema Kompensasi

by angga sasmita
29 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Gelombang protes masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang berkepanjangan di Kalimantan Selatan mulai memicu respons resmi dari...

Pulih Dua Hari Lebih Cepat, Pembangkit IPP Tabalong Kembali Perkuat Sistem Kelistrikan Kalselteng

Pulih Dua Hari Lebih Cepat, Pembangkit IPP Tabalong Kembali Perkuat Sistem Kelistrikan Kalselteng

by Ramadhani MTD.
29 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Upaya penguatan pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satu unit...

16 Tim Pelajar Putri Rebut Juara di PERWOSI CUP I 2026

16 Tim Pelajar Putri Rebut Juara di PERWOSI CUP I 2026

by Gilang Romadhon
29 Juli 2026

REDAKSI8.COM, KOTABARU - Pemerintah Kabupaten Kotabaru bersama Perwosi Kabupaten Kotabaru resmi membuka Turnamen Bola Voli Perwosi Cup I Tahun 2026...

Load More

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In