REDAKSI8.COM, BALANGAN – Upaya membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana terus diperkuat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempererat koordinasi dengan berbagai pihak melalui rencana pelaksanaan Sosialisasi Keluarga Tangguh Bencana (KATANA) yang akan melibatkan Organisasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Balangan.
Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi antara BPBD Kabupaten Balangan dan Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kabupaten Balangan, Hafiz Ansyari, pada Selasa (9/6/2026).
Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah dan memperkuat sinergi lintas sektor guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Sosialisasi KATANA yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026, merupakan hasil kolaborasi antara BPBD Kabupaten Balangan dan Forum PRB Kabupaten Balangan. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan keluarga sebagai fondasi utama dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana.
Ketua Forum PRB Kabupaten Balangan, Hafiz Ansyari, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang dilakukan BPBD Balangan. Menurutnya, program KATANA merupakan salah satu strategi yang efektif dalam membangun budaya sadar bencana mulai dari lingkungan keluarga.
“Sosialisasi KATANA merupakan salah satu langkah strategis dalam upaya mitigasi bencana berbasis keluarga dan komunitas. Ketika keluarga memahami risiko bencana dan mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan saat keadaan darurat, maka dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran sangat penting dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana. Oleh karena itu, edukasi mengenai kesiapsiagaan harus dimulai dari lingkungan rumah tangga agar setiap anggota keluarga memiliki pemahaman yang sama tentang cara menghadapi situasi darurat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan H. Rahmi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Jumaidil Hairi, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya melibatkan Forum PRB, tetapi juga menggandeng berbagai pihak lain yang tergabung dalam forum tersebut.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengurangan risiko bencana yang efektif dan berkelanjutan. Karena itu, BPBD terus mendorong keterlibatan berbagai lembaga dan organisasi dalam setiap program edukasi kebencanaan.
“Kami juga melakukan sinergi dengan KPH Balangan yang menjadi salah satu anggota Forum PRB. Salah satu agenda dalam sosialisasi nanti adalah pembagian bibit tanaman kepada peserta. Bibit tersebut akan ditanam di lingkungan masing-masing sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana melalui penghijauan dan penguatan lingkungan,” jelas Jumaidil.
Program pembagian bibit tanaman ini menjadi salah satu bentuk edukasi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan aksi nyata dalam upaya menjaga lingkungan. Penanaman pohon dan penghijauan dinilai memiliki manfaat besar dalam mengurangi risiko berbagai bencana, seperti banjir, longsor, kekeringan, hingga dampak perubahan iklim.
Selain membantu menjaga keseimbangan ekosistem, penghijauan juga dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan menciptakan kawasan yang lebih sehat bagi masyarakat.
Jumaidil menambahkan, pelibatan IBI Cabang Balangan dalam kegiatan ini memiliki nilai strategis karena para bidan merupakan tenaga kesehatan yang memiliki kedekatan dengan masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita dan anak-anak.
Menurutnya, bidan tidak hanya berperan dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi agen edukasi kebencanaan yang efektif di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peran bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan dapat diperkuat dengan kemampuan memberikan edukasi kebencanaan kepada keluarga dan masyarakat,” katanya.
Dalam program KATANA, peserta akan diberikan pemahaman mengenai berbagai aspek kesiapsiagaan keluarga, mulai dari mengenali potensi risiko bencana di lingkungan sekitar, menyusun rencana evakuasi keluarga, menyiapkan perlengkapan darurat, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melindungi kelompok rentan saat terjadi bencana.
Kelompok rentan yang dimaksud antara lain ibu hamil, bayi, balita, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas yang memerlukan perhatian khusus dalam situasi darurat.
Menurut Jumaidil, peningkatan kapasitas keluarga menjadi sangat penting karena keluarga merupakan pihak pertama yang menghadapi dampak bencana sebelum bantuan dari luar datang.
“Melalui KATANA, keluarga diharapkan memiliki kesiapsiagaan, rencana darurat, serta pemahaman risiko bencana di lingkungan tempat tinggal, khususnya dalam melindungi kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak,” tegasnya.
Ia berharap sosialisasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Dengan adanya sinergi antara BPBD Kabupaten Balangan, Forum PRB, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Balangan, dan IBI Cabang Balangan, program ini diharapkan dapat memperkuat budaya sadar bencana sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman yang mungkin terjadi.
Melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, Kabupaten Balangan diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana serta mampu mewujudkan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya mitigasi bencana sejak dini.
“Dengan sinergi BPBD, Forum PRB, KPH Balangan, dan IBI Cabang Balangan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana serta mewujudkan Kabupaten Balangan yang lebih tangguh dan siap siaga,” pungkas Jumaidil.



