REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Suasana ceria dan penuh semangat terlihat di kawasan Kebun Raya Banua, Banjarbaru, Rabu (10/6/2026). Sebanyak 60 peserta Sekolah Lansia Kabupaten Banjar mengikuti kegiatan outdoor learning bertema “Berinteraksi dengan Alam dan Menjaga Kesehatan Usia Senja”, sebuah program edukatif yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental para lanjut usia melalui pembelajaran di alam terbuka.
Kegiatan yang digagas Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP3AP2KB) Kabupaten Banjar melalui Bidang Keluarga Berencana (KB) tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lansia yang sehat, aktif, mandiri, dan tetap produktif di masa senja.

Para peserta merupakan perwakilan dari tiga Sekolah Lansia yang berasal dari Kecamatan Martapura, Martapura Barat, dan Martapura Timur. Kehadiran mereka tidak hanya untuk mengikuti kegiatan rekreasi, tetapi juga mendapatkan pembelajaran yang dikemas secara menyenangkan di tengah suasana asri dan sejuk Kebun Raya Banua.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DinsosP3AP2KB Kabupaten Banjar Widya Wiri Utami, Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Banjar beserta para Penyuluh KB, serta sejumlah pembakal dari wilayah asal peserta.
Kegiatan diawali dengan senam sehat yang dirancang khusus untuk lansia. Dengan gerakan ringan dan aman, para peserta tampak antusias mengikuti setiap instruksi. Selain membantu menjaga kebugaran tubuh, senam tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antar peserta dari berbagai sekolah lansia.
Setelah senam, acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Sekretaris DinsosP3AP2KB Kabupaten Banjar, Widya Wiri Utami.
Dalam sambutannya, Widya menegaskan bahwa pembelajaran di alam terbuka memiliki banyak manfaat bagi para lansia. Selain memberikan suasana baru yang menyenangkan, kegiatan tersebut juga mampu mengurangi kejenuhan, meningkatkan kesehatan mental, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih mudah dipahami.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para lansia tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga mendapatkan edukasi yang bermanfaat sehingga tetap sehat, aktif, bahagia, dan tangguh dalam menjalani masa lanjut usia,” ujarnya.
Menurutnya, masa lansia bukanlah akhir dari aktivitas produktif seseorang. Dengan dukungan keluarga, lingkungan, dan pemerintah, para lansia tetap dapat menjalani kehidupan yang sehat dan berkualitas.
Salah satu hal yang membuat kegiatan ini berbeda adalah metode pembelajaran yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Berbagai permainan edukatif dan kegiatan outbound digelar untuk melatih kemampuan konsentrasi, fokus, koordinasi gerak, serta keterampilan motorik para peserta.
Meski sebagian peserta telah memasuki usia lanjut, semangat mereka terlihat tidak kalah dibandingkan generasi muda. Gelak tawa dan sorak-sorai terdengar sepanjang kegiatan berlangsung, menciptakan suasana penuh keakraban dan kebahagiaan.
Selain melatih kesehatan fisik, aktivitas tersebut juga bertujuan menjaga fungsi kognitif lansia agar tetap aktif melalui berbagai permainan yang merangsang daya ingat, kerja sama tim, dan kemampuan berpikir.
Kemeriahan semakin terasa saat digelar lomba yel-yel antar Sekolah Lansia. Masing-masing kelompok menampilkan kreativitas dan kekompakan dengan penuh semangat.
Penampilan para peserta berhasil menghibur seluruh hadirin sekaligus menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap aktif, kreatif, dan percaya diri.
Dalam perlombaan tersebut, Sekolah Lansia Barokah dari Kecamatan Martapura Barat berhasil meraih Juara I berkat penampilan yang kompak dan energik. Posisi Juara II diraih Sekolah Lansia Melati Putih dari Kecamatan Martapura Timur, sementara Sekolah Lansia Wasaka dari Kecamatan Martapura menempati Juara III.
Tidak hanya menghadirkan kegiatan edukatif dan rekreatif, acara tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kesejahteraan lansia.
Sebagai bentuk sinergi antarbidang di lingkungan DinsosP3AP2KB Kabupaten Banjar, dilakukan penyerahan bantuan alat bantu jalan secara simbolis kepada sejumlah lansia yang membutuhkan.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bidang Keluarga Berencana dan Bidang Rehabilitasi Sosial, Perlindungan dan Jaminan Sosial (Rehsos Linjamsos).
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas para lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari, sekaligus meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup mereka.
Melalui kegiatan outdoor learning ini, DinsosP3AP2KB Kabupaten Banjar berharap proses pembelajaran di Sekolah Lansia tidak hanya berlangsung di dalam ruangan, tetapi juga dapat dilakukan melalui pengalaman langsung di lapangan.
Pendekatan edukatif yang dipadukan dengan suasana alam terbuka terbukti mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, mudah dipahami, serta berdampak positif terhadap kesehatan fisik maupun psikologis peserta.
Program ini sekaligus menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia melalui berbagai kegiatan yang mendukung kesehatan, kebahagiaan, dan kemandirian mereka.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, pembagian suvenir kepada seluruh peserta, serta penuh harapan agar semangat para lansia untuk terus belajar, berkarya, dan menjaga kesehatan tetap terpelihara di usia senja.



