REDAKSI8.COM, BANJAR – Desa Pandak Daun, Kecamatan Karang Intan, tampil percaya diri saat mengikuti kegiatan Pemaparan dan Klarifikasi Lapangan Lomba Desa Tingkat Kabupaten Banjar Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banjar, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses penilaian untuk menentukan desa terbaik yang dinilai berhasil dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat.

Keikutsertaan Desa Pandak Daun dalam ajang bergengsi tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Karang Intan. Sekretaris Kecamatan Karang Intan, Hj. Emma Susanty, bersama Kasi
Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Karang Intan, Eka Yusnitawati, turut mendampingi dan memberikan motivasi kepada tim desa selama proses pemaparan dan klarifikasi berlangsung.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Pandak Daun, Sarbani, memaparkan berbagai capaian pembangunan yang telah berhasil diwujudkan oleh pemerintah desa bersama masyarakat. Ia menjelaskan bahwa selama beberapa tahun terakhir, Desa Pandak Daun terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, mengembangkan program pemberdayaan masyarakat, serta mendorong ketahanan pangan sebagai salah satu pilar pembangunan desa.
Menurut Sarbani, pembangunan desa tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
“Lomba Desa ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menunjukkan berbagai upaya dan hasil pembangunan yang telah dilakukan bersama masyarakat. Yang terpenting bukan hanya prestasi yang diraih, tetapi bagaimana pembangunan desa dapat memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.
Tidak hanya pemerintah desa, peran Tim Penggerak PKK Desa Pandak Daun juga menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam penilaian. Ketua TP PKK Desa Pandak Daun, Shalawatiah, memaparkan sejumlah program unggulan yang telah dijalankan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Berbagai kegiatan yang dipaparkan meliputi program percepatan penanganan stunting, peningkatan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan, pemberdayaan ekonomi perempuan, hingga edukasi kesehatan dan pola hidup bersih bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak dapat dipisahkan dari peran keluarga sebagai fondasi utama masyarakat. Karena itu, PKK terus berupaya menghadirkan program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup warga.
Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pandak Daun, Jauhari, menjelaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan BPD dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.
IA menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan desa. Melalui kolaborasi yang baik, berbagai program pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMD Kabupaten Banjar, Ikhwansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lomba Desa bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen evaluasi yang penting untuk mengukur keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan desa.
“Lomba Desa merupakan momentum untuk melihat sejauh mana desa mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta menghadirkan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” katanya.
IA menjelaskan, melalui proses penilaian tersebut pemerintah daerah dapat melihat berbagai inovasi yang telah dilakukan desa sekaligus memberikan pembinaan agar kualitas pelayanan publik terus meningkat.
Menurut Ikhwansyah, tujuan utama lomba bukan hanya mencari desa terbaik, tetapi juga mendorong seluruh desa di Kabupaten Banjar untuk terus berinovasi, memperkuat kelembagaan desa, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Sekretaris Kecamatan Karang Intan, Hj. Emma Susanty, turut memberikan apresiasi atas kesiapan Desa Pandak Daun dalam mengikuti seluruh tahapan penilaian. Ia menilai desa tersebut telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjalankan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.
“Pemerintah desa, lembaga desa, TP PKK, dan masyarakat terlihat memiliki semangat kebersamaan yang sangat baik. Ini menjadi modal besar dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Emma, berbagai inovasi yang telah dijalankan Desa Pandak Daun berpotensi menjadi nilai tambah dalam penilaian tim kabupaten karena menunjukkan kemampuan desa dalam memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal senada disampaikan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Karang Intan, Eka Yusnitawati. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah desa tidak hanya diukur dari banyaknya pembangunan fisik yang berhasil dilaksanakan, tetapi juga dari tingkat keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.
“Partisipasi masyarakat, semangat gotong royong, serta kolaborasi antara pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat merupakan faktor penting dalam mewujudkan desa yang maju dan mandiri,” katanya.
Di akhir kegiatan, Kepala Desa Pandak Daun, Sarbani, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Karang Intan, lembaga desa, TP PKK, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh selama proses persiapan hingga pelaksanaan klarifikasi lapangan.
Ia berharap keikutsertaan dalam Lomba Desa Tahun 2026 tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi pemicu semangat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan meningkatkan kualitas pembangunan desa.
Melalui pemaparan dan klarifikasi lapangan tersebut, Desa Pandak Daun menunjukkan bahwa kemajuan desa tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui inovasi, tata kelola pemerintahan yang baik, pemberdayaan masyarakat, serta kuatnya budaya gotong royong.
Dengan berbagai potensi dan capaian yang telah dipresentasikan, Desa Pandak Daun optimistis mampu memberikan hasil terbaik dalam Lomba Desa Tingkat Kabupaten Banjar Tahun 2026 dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.



