REDAKSI8.COM, BANDAR LAMPUNG — Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung terus memperkuat langkah menuju kampus berdaya saing global. Salah satunya melalui pengembangan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang kini menjadi bagian penting diplomasi bahasa dan budaya Indonesia di tingkat internasional.
Komitmen tersebut tercermin dari keikutsertaan empat dosen UIN Raden Intan Lampung dalam kegiatan Pelayanan Profesional terhadap Lembaga Penyelenggara BIPA: Penguatan Kompetensi Pengajar BIPA Berbasis SKKNI yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Lampung di Hotel Golden Tulip Springhill Bandar Lampung, pada 28–29 April 2026.

Keempat dosen yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Istiqomah Nur Rahmawati, M.Pd., Septa Aryanika, M.Pd., Heni Verawati, M.A., dan Era Octafiona, M.Pd. Mereka berasal dari rumpun keilmuan bahasa, meliputi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Arab, serta Pendidikan Bahasa Indonesia.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan profesionalitas pengajar BIPA seiring diterbitkannya Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Jabatan Kerja Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing serta jenjang kualifikasi pengajaran BIPA pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan penguatan kompetensi secara komprehensif, mulai dari aspek industri, pedagogi, diplomasi bahasa, hingga jenjang kualifikasi pengajaran BIPA berbasis SKKNI.
Pada hari pertama, materi mengenai komponen industri dalam SKKNI BIPA disampaikan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung. Peserta kemudian memperoleh penguatan pedagogi dari Dr. Aria Septi Anggaira, M.Pd., yang membahas standar kompetensi pengajar BIPA dari sisi profesionalisme, strategi pembelajaran, hingga metodologi pengajaran bagi penutur asing.
Sementara itu, pada hari kedua, peserta mendapatkan materi mengenai komponen diplomasi dalam SKKNI BIPA serta jenjang kualifikasi pengajaran BIPA pada KKNI yang disampaikan Prof. Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd.
Tidak hanya menjadi ruang peningkatan kapasitas, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan musyawarah APPBIPA Lampung sebagai forum koordinasi dan penguatan jejaring antarpenyelenggara program BIPA di Provinsi Lampung.
Keikutsertaan dosen UIN Raden Intan Lampung dalam agenda ini menjadi bagian dari strategi besar internasionalisasi kampus, khususnya dalam memperluas layanan akademik bagi mahasiswa asing dan memperkuat eksistensi kampus di level global.
Program BIPA tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa internasional, tetapi juga menjadi media diplomasi budaya untuk memperkenalkan identitas Indonesia kepada dunia.
Melalui program tersebut, mahasiswa asing tidak hanya mempelajari bahasa, tetapi juga memahami budaya lokal, nilai-nilai kebangsaan, hingga karakter moderasi beragama yang menjadi ciri khas perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.
Bagi UIN Raden Intan Lampung, pengembangan BIPA juga membuka ruang strategis untuk mengenalkan budaya Lampung kepada masyarakat internasional sekaligus memperluas jejaring kerja sama akademik lintas negara.
Dengan penguatan kompetensi pengajar berbasis SKKNI ini, UIN Raden Intan Lampung diharapkan semakin siap menghadirkan layanan BIPA yang profesional, terstandar, dan kompetitif, sejalan dengan visi kampus sebagai pusat pendidikan Islam yang unggul dan berwawasan internasional.



