REDAKSI8.COM, MEKKAH – Suasana khusyuk dan penuh harap menyelimuti rombongan jemaah haji Kloter BDJ 08 saat melaksanakan salat hajat bersama di Tanah Suci, Minggu (24/5/2025). Kegiatan ini digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus persiapan menghadapi rangkaian puncak ibadah haji ARMUZNA yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Salat hajat tersebut diikuti para petugas haji serta seluruh jemaah BDJ 08 dengan penuh kekhidmatan. Di tengah padatnya aktivitas dan persiapan menuju puncak haji, momen ini menjadi penguat mental dan spiritual bagi para jemaah agar diberikan kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalankan ibadah.
Pembimbing Ibadah Haji BDJ 08, Dr. H. Fahmi Hamdi menyampaikan bahwa salat hajat merupakan bagian penting dari persiapan batin jemaah sebelum memasuki fase ARMUZNA yang dikenal sebagai rangkaian paling sakral dan menguras tenaga dalam pelaksanaan ibadah haji.
Menurutnya, seluruh jemaah diajak untuk memperkuat doa dan tawakal kepada Allah SWT agar setiap tahapan ibadah dapat dijalani dengan baik, aman, dan penuh keberkahan.
“Semoga seluruh rangkaian ARMUZNA diberikan kelancaran, kemudahan, kesehatan, keberkahan, dan tentunya mendapat rida Allah SWT,” ujarnya di hadapan para jemaah.

Tak hanya pembekalan spiritual, koordinasi teknis juga terus dimatangkan. Ketua Kloter BDJ 08, H. Fatchur Rozi mengingatkan seluruh jemaah agar disiplin mengikuti jadwal keberangkatan menuju lokasi ARMUZNA.
Ia menjelaskan, jemaah diminta sudah siap menunggu penjemputan bus setidaknya dua jam sebelum jadwal keberangkatan. Hal tersebut penting untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas jemaah dari berbagai negara yang akan bergerak menuju Arafah secara bersamaan.
“Kedisiplinan waktu sangat penting agar seluruh proses keberangkatan berjalan tertib dan tidak ada jemaah yang tertinggal,” katanya.
Sementara itu, Dokter Kloter BDJ 08, dr. Tuti Alawiyah turut memberikan edukasi kesehatan kepada para jemaah. Ia mengingatkan bahwa kondisi cuaca di Arab Saudi yang panas ekstrem dapat memicu kelelahan hingga dehidrasi apabila jemaah tidak menjaga kondisi tubuh dengan baik.
Para jemaah diimbau membawa perlengkapan pelindung diri seperti masker, payung, dan perlengkapan pribadi lainnya selama menjalani ARMUZNA. Selain itu, obat-obatan pribadi wajib selalu dibawa untuk mengantisipasi gangguan kesehatan sewaktu-waktu.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga asupan cairan tubuh dengan memperbanyak minum air putih, terutama saat berada di luar ruangan dalam waktu lama.
“Jangan menunggu haus baru minum. Kondisi cuaca di sini sangat panas sehingga jemaah harus rutin mengonsumsi air putih agar tidak mengalami dehidrasi,” pesannya.

ARMUZNA sendiri merupakan rangkaian inti ibadah haji yang menjadi puncak perjalanan spiritual para jemaah. Pada fase ini, jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Padang Arafah untuk wukuf, bermalam di Muzdalifah, hingga melaksanakan lempar jumrah di Mina.
Bagi jemaah BDJ 08, salat hajat yang digelar bukan sekadar ritual, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, penguatan semangat, dan doa bersama agar seluruh proses ibadah haji berjalan lancar hingga kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur. (Laporan Aminullah dari Tanah Suci Mekkah)



