REDAKSI8.COM, TAPANULI TENGAH – SMAN 1 Matauli Pandan resmi mencatat sejarah baru dalam dunia pendidikan nasional setelah memperoleh otorisasi International Baccalaureate (IB) Diploma Programme dan menjadi bagian dari jaringan IB World Schools. Capaian tersebut menjadikan sekolah yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah itu sebagai SMA Negeri pertama di Indonesia yang menerapkan program pendidikan internasional bergengsi tersebut.
Prestasi ini dinilai menjadi bukti bahwa sekolah negeri di daerah mampu bersaing dan setara dengan sekolah-sekolah terbaik di dunia. Pengakuan internasional itu sekaligus membuka akses pembelajaran berstandar global bagi para siswa di wilayah Sumatera Utara.
Kepala SMAN 1 Matauli Pandan, Deden Rachmawan mengatakan, pencapaian tersebut merupakan tonggak penting bagi pendidikan negeri di Indonesia.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah negeri Indonesia mampu melampaui standar pendidikan dunia,” ujar Deden Rachmawan dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, melalui pendekatan pembelajaran berbasis riset, berpikir kritis, kemampuan analisis, serta perspektif internasional, lulusan SMAN 1 Matauli Pandan diharapkan lebih siap menghadapi pendidikan tinggi maupun persaingan global di masa depan.
Deden menambahkan, penerapan IB Diploma Programme juga akan memperkuat daya saing pendidikan SMA Negeri di tingkat internasional dan mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif, inovatif, serta memiliki wawasan global.
Pencapaian tersebut turut mendapat perhatian dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Keberhasilan SMAN 1 Matauli Pandan dinilai menjadi bagian dari transformasi pendidikan nasional untuk mendorong SMA Negeri menjadi pusat pendidikan unggul yang mampu bersaing di tingkat dunia.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Yayasan Matauli, Fitri Krisnawati Tandjung menyampaikan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia yang terus melakukan pendampingan dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Pendampingan itu dilakukan melalui peningkatan kualitas guru, perekrutan tenaga pengajar baru, penguatan sistem pendidikan, hingga penyesuaian fasilitas pembelajaran agar memenuhi standar internasional IB. Selain itu, para guru juga dituntut fasih berbahasa Inggris karena proses pembelajaran di kelas menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
Fitri menegaskan, Yayasan Matauli akan terus mendukung peningkatan layanan pendidikan guna mempersiapkan lulusan SMAN 1 Matauli Pandan agar mampu melanjutkan pendidikan berkualitas di berbagai perguruan tinggi dunia.
Diketahui, SMAN 1 Matauli Pandan berada di bawah naungan Yayasan Maju Tapian Nauli, sebuah yayasan pendidikan yang didirikan oleh Akbar Tandjung dan almarhum Feisal Tandjung. Keduanya merupakan tokoh nasional asal Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, Sumatera Utara.(Jerry).



