REDAKSI8.COM, BANJAR – Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar melalui Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama menggelar Workshop Muatan Lokal Arab Melayu untuk Revitalisasi Budaya Tulis Daerah Jenjang SMP Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, 11–12 Mei 2026, bertempat di BPMP Provinsi Kalimantan Selatan dan diikuti oleh 86 peserta yang terdiri dari guru BTA/PAI serta pengawas SMP se-Kabupaten Banjar.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya sistematis pemerintah daerah dalam menjaga, menghidupkan, dan mewariskan budaya tulis Arab Melayu yang memiliki nilai historis, religius, sekaligus kearifan lokal yang kuat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus modernisasi pendidikan, aksara Arab Melayu dinilai perlu terus diperkuat agar tidak tergerus zaman.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mulai dari sejarah perkembangan aksara Arab Melayu, kaidah penulisan yang benar, hingga strategi pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan di ruang kelas.
Tidak hanya bersifat teoritis, workshop ini juga menekankan praktik langsung agar guru mampu menguasai sekaligus mengajarkan kembali kepada peserta didik secara lebih efektif dan menarik.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Banjar, BPMP Provinsi Kalimantan Selatan, serta BGTK Provinsi Kalimantan Selatan. Para narasumber memberikan penguatan mulai dari aspek pedagogik, pengembangan kurikulum, hingga teknik penyusunan perangkat pembelajaran berbasis budaya lokal.
Selain pemaparan materi, peserta juga melakukan praktik membaca dan menulis aksara Arab Melayu secara langsung, serta menyusun perangkat ajar yang nantinya dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan guru-guru yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga terampil dalam implementasi pembelajaran muatan lokal.
Ketua panitia pelaksana yang juga Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Ajidin Nor, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
“Revitalisasi budaya tulis Arab Melayu sangat penting sebagai bagian dari pelestarian identitas budaya dan warisan intelektual masyarakat Melayu yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari strategi penguatan kurikulum muatan lokal di jenjang SMP.
Menurutnya, penyusunan silabus muatan lokal Arab Melayu menjadi langkah penting agar pembelajaran memiliki arah yang jelas, terstruktur, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik serta nilai-nilai budaya daerah.
“Kegiatan ini bertujuan menyusun silabus muatan lokal Arab Melayu sebagai pedoman pembelajaran, mendukung implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banjar Nomor 04 Tahun 2004 tentang Khatam Al-Qur’an, serta meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis budaya dan nilai keagamaan,” jelasnya.
Melalui workshop ini, pemerintah daerah berharap terbangun sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan pelestarian budaya lokal. Dengan demikian, aksara Arab Melayu tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga tetap hidup, dipelajari, dan digunakan dalam proses pendidikan di sekolah.
Ke depan, pengembangan muatan lokal berbasis budaya daerah diharapkan terus berlanjut secara berkesinambungan, sehingga pendidikan di Kabupaten Banjar tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga berakar kuat pada identitas budaya dan nilai-nilai lokal yang luhur.



