REDAKSI8. COM, BANJAR -;BPBD Kabupaten Banjar bersama unsur pemerintah kecamatan dan kepolisian menyalurkan bantuan kepada empat warga yang rumahnya terdampak bencana tanah longsor di Desa Tanah Abang, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari respons cepat penanganan dampak bencana sekaligus upaya pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke lokasi oleh petugas BPBD Kabupaten Banjar yang didampingi pihak Kecamatan Mataraman serta personel Polsek Mataraman. Bantuan yang diberikan ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga serta meringankan beban akibat kerusakan rumah yang terjadi akibat longsor beberapa waktu lalu.
Selain menyalurkan bantuan, tim gabungan juga melakukan pengecekan langsung kondisi tanah di sekitar lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan dini untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, mengingat kondisi geografis wilayah yang masih rawan terutama saat intensitas hujan tinggi.
Camat Mataraman, Heryanto, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar penanganan pascabencana berjalan cepat dan tepat sasaran. Ia menyebutkan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan dan pelayanan saat terjadi bencana.
“Kami bersama BPBD Kabupaten Banjar dan Polsek Mataraman terus bergerak cepat untuk memastikan warga terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, warga terdampak menyampaikan rasa syukur atas kepedulian pemerintah daerah dan aparat yang turun langsung membantu mereka. Bantuan yang diterima dinilai sangat berarti dalam kondisi rumah yang mengalami kerusakan akibat longsor.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Kehadiran pemerintah dan aparat membuat kami merasa tidak sendiri menghadapi musibah ini,” ungkap salah satu warga.
Di sisi lain, BPBD Kabupaten Banjar juga kembali mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah perbukitan atau lereng rawan longsor. Warga diminta segera melapor kepada aparat desa atau petugas terkait jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, retakan, atau kondisi yang berpotensi membahayakan.
Pemerintah daerah berharap, melalui sinergi antara BPBD, aparat kecamatan, kepolisian, dan masyarakat, proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat sehingga warga terdampak dapat segera bangkit dan memperbaiki tempat tinggal mereka secara bertahap.



