REDAKSI8.COM, BANJAR – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Banjar terus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah melalui kegiatan pembinaan perpustakaan. Kali ini, pembinaan dilaksanakan di SMP Negeri 4 Sungai Tabuk pada Selasa, 12 Mei 2026, sebagai langkah mendorong pengelolaan perpustakaan sekolah agar memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
Kedatangan tim Dispersip Banjar disambut langsung oleh Plt. Kepala SMPN 4 Sungai Tabuk, Padlillah, bersama jajaran pengelola perpustakaan sekolah. Dalam kegiatan tersebut, tim pembina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perpustakaan, mulai dari penataan koleksi buku, sistem pelayanan, pengelolaan administrasi, hingga pengembangan inovasi literasi berbasis digital.
Pembinaan dilakukan secara rinci dan praktis agar mudah diterapkan oleh pihak sekolah. Tim Dispersip memberikan pendampingan terkait pengolahan bahan pustaka menggunakan sistem klasifikasi DDC atau Dewey Decimal Classification, yakni metode pengelompokan buku berdasarkan jenis dan bidang ilmu agar lebih mudah dicari oleh siswa maupun guru. Selain itu, sekolah juga diberikan arahan mengenai tata kelola kearsipan yang baik serta pemanfaatan layanan perpustakaan digital guna menyesuaikan kebutuhan generasi muda di era teknologi.
Upaya tersebut dinilai penting karena perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga menjadi pusat belajar, ruang diskusi, serta sarana meningkatkan kreativitas dan wawasan siswa. Melalui pengembangan layanan yang lebih modern dan nyaman, diharapkan minat baca pelajar semakin meningkat.
Salah satu perwakilan Tim Dispersip Kabupaten Banjar menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung kualitas pendidikan di sekolah.
“Perpustakaan bukan sekadar gudang buku, melainkan jantung dari proses belajar-mengajar. Kami ingin memastikan SMPN 4 Sungai Tabuk memiliki fasilitas yang representatif bagi siswa,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala SMPN 4 Sungai Tabuk, Padlillah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan Dispersip Kabupaten Banjar. Menurutnya, pembinaan tersebut memberikan banyak masukan penting bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.
“Kami berkomitmen untuk segera menindaklanjuti saran-saran dari Tim Dispersip. Target kami ke depan adalah menjadikan perpustakaan sekolah sebagai tempat yang paling nyaman dan menjadi pilihan utama siswa untuk menghabiskan waktu istirahat mereka,” ungkapnya.
Melalui pembinaan rutin seperti ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap budaya literasi di kalangan pelajar terus tumbuh dan berkembang. Perpustakaan sekolah diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang menarik, modern, dan inspiratif sehingga dapat melahirkan generasi muda yang cerdas, kreatif, serta memiliki wawasan luas di masa depan.



