REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Pemerintah Kabupaten Banjar terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian terhadap kesejahteraan penyandang disabilitas. Melalui Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar, digelar kegiatan Bimbingan Sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Penyayang Disabilitas, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas agar mampu hidup lebih mandiri, produktif, serta memiliki kesempatan yang sama dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
Program bimbingan sosial tersebut juga sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, maju, dan agamis, termasuk memastikan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas mendapatkan perhatian dan pelayanan yang layak.
Kegiatan diikuti peserta dari Kecamatan Martapura dan Kecamatan Martapura Timur, serta melibatkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan para penyandang disabilitas sebagai sasaran utama program.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi pembinaan, motivasi, hingga pendampingan sosial yang bertujuan meningkatkan kemampuan, rasa percaya diri, dan semangat untuk menjalani kehidupan secara lebih mandiri.
Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar, Hj. Erny Wahdini, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah pembinaan sosial, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan dukungan moral dan penguatan kemampuan bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, setiap penyandang disabilitas memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan dan dukungan yang tepat.
“Melalui kegiatan ini, peserta mendapat penanganan habilitasi, yaitu mengembangkan atau mengoptimalkan potensi yang sudah ada, maupun rehabilitasi atau mengembalikan fungsi penyandang disabilitas. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan memotivasi mereka untuk terus belajar, bersemangat, lebih mandiri, serta mampu berperan dalam keluarga, lingkungan, dan masyarakat,” ujar Hj. Erny Wahdini.
Ia menjelaskan, habilitasi dan rehabilitasi menjadi bagian penting dalam proses pemberdayaan penyandang disabilitas. Habilitasi dilakukan untuk membantu peserta mengembangkan kemampuan yang dimiliki, sedangkan rehabilitasi bertujuan memulihkan fungsi tertentu agar mereka dapat menjalani aktivitas sosial dengan lebih baik.
Selain memberikan pembinaan, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial bagi peserta agar mereka merasa dihargai, diterima, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang pelayanan sosial dan pengembangan diri bagi penyandang disabilitas.
Salah satunya adalah pekerja sosial dari PRSPDNF Fajar Harapan, Raharjo Sapto Prasetyo, yang menyampaikan materi mengenai pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas.
Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya dukungan keluarga, lingkungan, dan pemerintah dalam membantu penyandang disabilitas menjalani kehidupan sehari-hari secara optimal.
Menurutnya, penyandang disabilitas tidak hanya membutuhkan bantuan fisik, tetapi juga dukungan emosional, kesempatan belajar, serta akses terhadap pelayanan sosial dan pendidikan yang layak.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi motivasi dan pengembangan diri dari Muhdi, narasumber dari Sentra Budi Luhur Banjarbaru.
Materi tersebut diberikan untuk membangun rasa percaya diri peserta agar tetap memiliki semangat dalam meraih cita-cita dan menjalani kehidupan secara lebih positif.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkembang dan berkontribusi di tengah masyarakat. Dengan semangat, keterampilan, dan dukungan lingkungan, penyandang disabilitas juga memiliki peluang yang sama untuk mandiri dan berprestasi.
Kegiatan berlangsung penuh antusias dan interaktif. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi materi, berbagi pengalaman, serta berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan bimbingan sosial ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap para penyandang disabilitas semakin termotivasi untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kemampuan sosial, serta mampu menjalani kehidupan yang lebih mandiri, sehat, dan sejahtera.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan, penghargaan, dan perlakuan yang setara dalam kehidupan sosial.
Dengan dukungan pemerintah, keluarga, dan lingkungan sekitar, penyandang disabilitas diharapkan dapat terus tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, serta mampu berkontribusi positif bagi keluarga maupun masyarakat di Kabupaten Banjar.



