REDAKSI8.COM, BANJAR- Pelaksanaan haul ke-15 ulama kharismatik Banjar, HM Jadzouly Fadhil atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Abah Anang Djazouly, berlangsung penuh khidmat di Kubah Komplek Pangeran Antasari, Martapura, Sabtu malam (9/5/2026). Ribuan jemaah dari berbagai daerah di Martapura hingga luar Kabupaten Banjar memadati kawasan haul sejak usai Salat Magrib untuk mengikuti rangkaian doa, zikir dan pembacaan maulid.
Suasana religius dan penuh kekhusyukan begitu terasa ketika para jemaah duduk bersaf-saf memenuhi area kubah, halaman hingga ruas jalan di sekitar lokasi kegiatan. Kehadiran masyarakat yang terus membludak menjadi bukti bahwa sosok Abah Anang Djazouly masih sangat dicintai dan dikenang sebagai ulama panutan masyarakat Banjar.
Kegiatan haul turut dihadiri Habib Idrus Al Habsyi beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Banjar, para alim ulama, habaib, tokoh masyarakat dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Rangkaian haul dimulai setelah Salat Isya dengan pembacaan Maulid Habsyi oleh Grup Maulid dan Zikir Nasyid Bani Ismail Banjarmasin. Lantunan syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema di kawasan kubah dan menambah suasana syahdu malam haul tersebut.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Ya Syaikh Samman, zikir nasyid, tahlil serta doa bersama yang dipanjatkan khusus untuk almarhum Abah Anang Djazouly. Ribuan jemaah tampak larut dalam kekhusyukan, sebagian bahkan terlihat meneteskan air mata saat doa dipanjatkan.
Abah Anang Djazouly dikenal sebagai salah satu ulama besar Banjar yang memiliki kedalaman ilmu agama, khususnya dalam bidang fiqih, tauhid dan tasawuf. Almarhum juga dikenal sebagai sosok Al Arif Billah serta merupakan keturunan kelima dari ulama besar Banjar, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary.
Semasa hidupnya, Abah Anang pernah dipercaya menjabat sebagai Mufti Kesultanan Banjar. Selain dikenal alim dan berilmu tinggi, beliau juga dikenal sangat dekat dengan masyarakat dari berbagai kalangan tanpa membedakan status sosial.
Salah seorang jemaah, Taufik, warga Sungai Kacang, mengaku hampir tidak pernah absen menghadiri haul sejak pertama kali dilaksanakan. Menurutnya, ketulusan dan keramahan Abah Anang menjadi alasan utama masyarakat terus mengenang beliau hingga sekarang.
“Abah Anang itu ulama yang sangat merangkul semua orang. Rumah beliau selalu terbuka bagi siapa saja, baik pejabat maupun masyarakat biasa. Beliau selalu mendoakan tamu yang datang dan mengingatkan agar jangan lupa dengan kehidupan akhirat,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan Muin, warga Sekumpul Martapura, yang mengaku mengenal Abah Anang sejak era 1990-an. Ia menilai Abah Anang sebagai sosok ulama lengkap yang tidak hanya mendalam dalam ilmu syariat, tetapi juga memiliki akhlak dan keteladanan luar biasa dalam kehidupan sehari-hari.
“Beliau sangat sederhana dan penuh kasih sayang kepada masyarakat. Banyak nasihat beliau yang sampai sekarang masih diingat orang,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Haul, H Fauzi Ghani, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh warga Komplek Pangeran Antasari serta para relawan yang telah membantu pelaksanaan haul sehingga berjalan lancar, aman dan tertib.
Menurutnya, jumlah jemaah yang hadir terus mengalami peningkatan setiap tahun. Hal tersebut menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap perjuangan dakwah dan keteladanan Abah Anang Djazouly.
“Alhamdulillah pelaksanaan haul tahun ini berjalan lancar. Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan relawan yang telah membantu. Semoga haul ini menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan perjuangan dakwah Abah Anang,” ucapnya.
Diketahui, Abah Anang Djazouly wafat pada Jumat, 14 Oktober 2011 sekitar pukul 10.00 Wita dalam usia 74 tahun setelah sempat menjalani perawatan akibat sakit mendadak. Almarhum dimakamkan di Komplek Pangeran Antasari Martapura yang hingga kini tidak pernah sepi dari peziarah yang datang untuk berdoa dan mengenang jasa-jasa beliau dalam syiar Islam di Kalimantan Selatan.



