REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kedatangan jemaah haji Kloter BDJ-09 asal Kabupaten Tanah Laut di Asrama Haji Banjarbaru menandai berakhirnya fase pemberangkatan Gelombang I Embarkasi Banjarmasin yang seluruhnya diterbangkan langsung menuju Madinah.
Kelompok terbang (kloter) terakhir pada gelombang pertama ini dijadwalkan akan berangkat melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor pada Rabu (6/5/26) sekitar pukul 09.05 Wita.
Sebelum selanjutnya pola pemberangkatan bergeser ke Gelombang II dengan tujuan Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
“Alhamdulillah, jemaah yang masuk sesuai rencana, yakni 360 orang beserta petugas. Ini adalah kloter terakhir untuk Gelombang I. Gelombang selanjutnya akan langsung menuju Jeddah,” ujar Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalimantan Selatan (Kalsel), Dr. H. Eddy Khairani.
Selama proses pemberangkatan kloter 1 hingga kloter 8, Embarkasi Banjarmasin memastikan seluruh tahapan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Sistem pengisian kursi pesawat pun dioptimalkan melalui mekanisme mutasi dinamis agar tidak ada kursi kosong dalam setiap penerbangan.
“Jika ada jemaah yang sakit saat pemeriksaan, keberangkatannya ditunda untuk perawatan. Posisinya akan segera diisi oleh jemaah dari kloter berikutnya yang sudah siap. Dengan begitu, hampir tidak ada open seat atau kursi kosong,” jelasnya.
Selain kelancaran teknis, kondisi kesehatan jemaah juga menjadi perhatian utama.
Di mana saat ini, seluruh jemaah telah dipastikan dalam kondisi aman dengan pengawasan ketat dari tim medis sejak di embarkasi hingga tiba di Tanah Suci.
“Kondisi kesehatannya sampai saat ini seluruh jemaah masih aman. Untuk kesehatan selalu kita observasi, selalu kita rawat kalau memang perlu perawatan,” katanya.
“Sampai ke Madinah, saya belum ada laporan yang namanya yang sakit atau yang mungkin dirujuk, dirawat jalan aja mungkin,” tutupnya.
Sementara itu, di tengah rangkaian keberangkatan, terselip kisah kepedulian antarjemaah dari kloter 9.
Ketua Regu Rombongan 7, Masdar Muhran secara sukarela mendampingi jemaah lansia bernama Norrahmah (80) yang berangkat tanpa pendamping keluarga.
“Sidin (beliau) tidak ada pendamping keluarga, jadi saya sebagai Ketua Regu yang berinisiatif mendampingi secara sukarela. Tadi diperiksa memang HB-nya agak turun, tapi tidak ada keluhan lain. Sidin sehat saja,” tutupnya.



