REDAKSI8.COM, BANJAR — Upaya meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat terus diperkuat. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar melalui Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan turun langsung ke lapangan melaksanakan survei Pola Pangan Harapan (PPH) di tiga kecamatan. Kegiatan ini diawali di Kecamatan Karang Intan, Kamis (30/4/2026).
Survei PPH bukan sekadar pendataan biasa. Kegiatan ini menjadi instrumen penting untuk membaca secara nyata bagaimana pola konsumsi masyarakat di tingkat rumah tangga, mulai dari jenis makanan yang dikonsumsi hingga tingkat keberagaman dan kecukupan gizinya.
Kepala DKPP Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani, menegaskan bahwa hasil survei akan menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pangan ke depan. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memiliki data yang akurat agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran.
“Survei ini penting sebagai acuan dalam menyusun kebijakan, sehingga konsumsi pangan masyarakat semakin berkualitas dan mengarah pada pola Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA),” ujarnya.
Pelaksanaan survei dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Sudarto, bersama tim analis ketahanan pangan. Ia menjelaskan, melalui survei ini pihaknya dapat memperoleh gambaran utuh tentang kondisi konsumsi pangan masyarakat Kabupaten Banjar saat ini.
“Dari survei PPH ini, kita bisa mengukur sejauh mana keberagaman pangan yang dikonsumsi masyarakat serta tingkat kecukupan gizinya. Ini penting untuk menentukan langkah intervensi yang tepat,” jelas Sudarto.
Di Kecamatan Karang Intan, survei dilakukan di tiga desa, yakni Desa Karang Intan, Desa Pandak Daun, dan Desa Jingah Habang Ulu. Kegiatan kemudian berlanjut ke Kecamatan Simpang Empat dengan sasaran Desa Berkat Mulya, Desa Sungkai Baru, dan Desa Pasar Lama. Sementara di Kecamatan Martapura Barat, tim menyasar Desa Penggalaman, Desa Tangkas, dan Desa Sungai Rangas Hambuku.
Pengumpulan data dilakukan secara langsung di tingkat rumah tangga, mengikuti jadwal yang telah ditetapkan. Setiap data yang diperoleh mencakup jenis dan jumlah konsumsi pangan harian, yang kemudian dianalisis untuk mengetahui tingkat kecukupan energi, protein, serta keberagaman konsumsi.
Analis Ketahanan Pangan Muda, Cintya, yang turut terlibat dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa hasil survei akan digunakan untuk menghitung skor PPH Kabupaten Banjar. Skor ini menjadi indikator penting dalam menilai kualitas konsumsi pangan masyarakat.
“Hasil survei ini akan menjadi dasar dalam penyusunan program peningkatan konsumsi pangan B2SA, sehingga intervensi yang dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” terangnya.
Melalui survei ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap dapat mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat ke arah yang lebih sehat dan seimbang. Dengan konsumsi pangan yang berkualitas, diharapkan masyarakat tidak hanya terhindar dari masalah gizi, tetapi juga mampu menjalani kehidupan yang lebih sehat, aktif, dan produktif.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis konsumsi, dimulai dari lingkup terkecil, rumah tangga.



