REDAKSI8.COM, JAKARTA — Semangat persatuan dalam keberagaman benar-benar terasa di lapangan hijau saat turnamen mini soccer lintas organisasi digelar dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Dalam kompetisi bergengsi yang mempertemukan puluhan tim dari berbagai organisasi kepemudaan nasional itu, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia melalui KAMMI FC sukses menorehkan prestasi dengan meraih posisi Juara 3.
Turnamen bertema “We Are Unity in Diversity” tersebut berlangsung pada 22 April 2026 di ASIOP Stadion, Jakarta, dan diikuti oleh 32 tim dari beragam latar belakang organisasi. Ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang temu yang memperkuat jejaring, solidaritas, serta semangat kebangsaan di kalangan pemuda.
KAMMI FC tampil impresif sejak awal turnamen. Permainan kolektif, disiplin strategi, dan daya juang tinggi menjadi kunci keberhasilan tim ini menembus babak demi babak.
Di fase 32 besar, KAMMI FC langsung menunjukkan dominasi dengan kemenangan telak 4-1 atas tuan rumah PB PMII. Tren positif berlanjut di babak 16 besar setelah mereka menggulung PB GMNI dengan skor mencolok 5-0.
Memasuki perempat final, pertandingan berjalan lebih ketat. Namun KAMMI FC tetap mampu mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Remontada FC, memastikan langkah ke semifinal.
Sayangnya, langkah mereka menuju final harus terhenti usai kalah tipis 0-1 dari BEM Nusantara dalam laga semifinal yang berlangsung sengit. Meski demikian, KAMMI FC bangkit di laga perebutan tempat ketiga dan menutup turnamen dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas PKC PMII DKI.
Manajer KAMMI FC, Indra Maulana Setiawan, menegaskan bahwa capaian ini bukan hanya soal hasil akhir, melainkan juga tentang nilai yang dibawa tim selama bertanding.
“Ini adalah buah dari kerja keras dan kekompakan tim. Kami hadir bukan hanya untuk menang, tetapi juga membawa semangat persaudaraan, sportivitas, dan kolaborasi lintas organisasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum PP KAMMI, Akhmad Jundi Khalifatullah. Ia menilai prestasi ini menjadi bukti bahwa kader KAMMI memiliki kapasitas yang seimbang, tidak hanya dalam intelektualitas dan gerakan sosial, tetapi juga di bidang olahraga.
“Ini menjadi inspirasi bagi kader untuk terus berkembang secara menyeluruh, sekaligus memperkuat ukhuwah lintas organisasi,” katanya.
Keikutsertaan KAMMI FC yang diperkuat 12 pemain dan 2 official ini menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi medium efektif dalam membangun komunikasi dan kolaborasi antarorganisasi.
Di tengah dinamika perbedaan latar belakang, turnamen ini justru menghadirkan ruang kebersamaan yang cair dan inklusif. Semangat kompetisi berjalan beriringan dengan nilai sportivitas dan persaudaraan, mencerminkan wajah pemuda Indonesia yang solid dalam keberagaman.
Keberhasilan KAMMI FC meraih Juara 3 pun menjadi simbol bahwa sinergi dan kekompakan mampu melampaui sekat organisasi—sebuah pesan kuat dari lapangan hijau untuk persatuan bangsa.



