REDAKSI8.COM, BANDAR LAMPUNG – Program Kampus Ramadan (KARAMA) ke-XV yang digelar Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Intan Lampung www.radenintan.ac.id kembali menjadi ruang pembinaan spiritual yang intens bagi para mahasantri selama Ramadan 1447 Hijriah. Mengusung tema “Restart Iman, Upgrade Amal”, kegiatan ini berlangsung sejak 19 Februari hingga 10 Maret 2026 di Asrama 1, Masjid Safinatul Ulum, serta Asrama 2 Prasanti.
Program tahunan ini tak sekadar rutinitas Ramadan, tetapi dirancang sebagai proses pembentukan karakter Islami yang menyeluruh. Mahasantri dibiasakan menjalani rangkaian ibadah harian secara terstruktur, mulai dari buka puasa bersama, salat Magrib berjamaah, hingga tadarus Al-Qur’an yang menjadi napas utama kegiatan.
Suasana semakin khusyuk saat malam hari tiba. Usai salat Isya dan Tarawih berjamaah, mahasantri mengikuti kajian kitab Al-Arba’in An-Nawawiyah bersama Mudir Ma’had, Ahmad Basyori, setiap Selasa dan Rabu malam. Sementara di malam lainnya, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema melalui tadarus berjamaah yang terus dijaga konsistensinya.
Kehadiran pimpinan kampus dalam berbagai kesempatan turut memperkuat semangat kebersamaan. Para mahasantri tidak hanya mendapatkan pembinaan spiritual, tetapi juga motivasi langsung dari jajaran pimpinan universitas.
Salah satu momen berkesan terjadi pada Jumat malam (27/02/2026), saat Wakil Rektor II, Safari, hadir mengikuti salat Tarawih dan memberikan tausiyah. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya istiqomah sebagai fondasi utama seorang penuntut ilmu.
“Istiqomah itu bukan hanya fisik, tetapi bagaimana iman dan kesabaran terus dijaga. Jadikan salat dan sabar sebagai penopang hidup,” ujarnya di hadapan para mahasantri.
Ia juga mengajak mahasantri meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai kunci kesuksesan hidup. Menurutnya, sikap lemah lembut, kasih sayang, serta keteladanan Nabi Muhammad SAW harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Yak hanya itu, ia menegaskan bahwa masjid harus dimaknai lebih luas, bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat peradaban yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Safari juga menyinggung pentingnya program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Ia mengingatkan bahwa penerima beasiswa wajib mengikuti pembinaan di Ma’had selama satu tahun pertama sebagai bagian dari penguatan karakter.
“Saya optimis potensi kalian sangat luas,” ucapnya menyemangati.
Sebelumnya, Rektor Wan Jamaluddin juga hadir memberikan mauidhoh hasanah, disusul Wakil Rektor I Alamsyah yang turut membersamai mahasantri di awal Ramadan. Keterlibatan dosen dan pimpinan lainnya semakin memperkaya dinamika pembinaan dalam KARAMA XV.
Melalui program ini, UIN Raden Intan Lampung tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga meneguhkan peran kampus sebagai pusat pembentukan insan beriman, berilmu, dan berakhlak mulia—sebuah fondasi penting dalam mencetak generasi masa depan yang tangguh dan berdaya saing.



