REDAKSI8.COM, JAKARTA– Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pelayanan publik berbasis inovasi. Hal ini ditunjukkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. M. Syarifuddin, saat memaparkan berbagai capaian dan terobosan strategis di hadapan Tim Penilai Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Badan Kepegawaian Negara (BKN), Selasa (21/4/2026).
Bertempat di Aula Gedung I lantai 5 Kantor Pusat BKN, Cililitan, Jakarta Timur, forum tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala BKN RI, Suharmen, dan diikuti 12 pejabat tinggi dari berbagai kementerian serta pemerintah daerah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam menilai kinerja, kompetensi, serta kontribusi nyata aparatur sipil negara dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam presentasinya, Syarifuddin tidak hanya memaparkan capaian administratif, tetapi juga menonjolkan pendekatan inovatif yang telah diterapkan Pemprov Kalsel, khususnya di sektor pariwisata yang kini diarahkan sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
Salah satu inovasi unggulan yang dipresentasikan adalah SIDAPAKASE (Sistem Informasi Data Pariwisata Kalimantan Selatan), sebuah aplikasi berbasis mobile yang mengintegrasikan berbagai informasi penting dalam satu platform. Melalui aplikasi ini, wisatawan maupun pelaku usaha dapat dengan mudah mengakses data destinasi wisata, hotel, agen perjalanan, event daerah, hingga informasi ekonomi kreatif, kelompok sadar wisata (pokdarwis), dan kuliner khas daerah.
Kehadiran SIDAPAKASE dinilai menjadi solusi atas kebutuhan data pariwisata yang selama ini tersebar dan tidak terintegrasi. Dengan sistem yang real-time dan terpusat, pemerintah kini dapat merumuskan kebijakan berbasis data yang lebih akurat, sementara pelaku usaha memperoleh ruang promosi yang lebih luas dan efektif.
Tak hanya itu, Syarifuddin juga menampilkan inovasi berbasis teknologi berupa Video Virtual Reality (VR) 360. Teknologi ini menghadirkan pengalaman visual yang imersif, memungkinkan calon wisatawan menjelajahi destinasi wisata Kalimantan Selatan secara virtual, seolah-olah berada langsung di lokasi.
Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat strategi promosi daerah, terutama dalam menjangkau pasar nasional hingga internasional. Bahkan, teknologi VR 360 juga memberikan akses inklusif bagi lansia dan penyandang disabilitas untuk menikmati keindahan destinasi wisata tanpa harus datang secara fisik.
Di sisi pelayanan langsung kepada wisatawan, Pemprov Kalsel turut memperkuat peran Tourism Information Center (TIC), baik secara fisik maupun digital. Salah satu implementasinya adalah TIC Digital Nusantara yang hadir di Bandara Internasional Syamsudin Noor. Fasilitas ini menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi lengkap kepada wisatawan yang baru tiba, mulai dari destinasi unggulan, transportasi, akomodasi, hingga estimasi biaya perjalanan di 13 kabupaten/kota di Kalsel.
Dengan sistem ini, pemerintah dapat memetakan pola kunjungan wisatawan secara lebih presisi, sementara pelaku usaha memperoleh peluang promosi sejak awal kedatangan wisatawan di daerah.
Langkah strategis lainnya yang turut dipaparkan adalah kerja sama internasional dengan maskapai AirAsia, yang membuka rute penerbangan langsung Kuala Lumpur–Banjarmasin pulang-pergi sejak 20 Oktober 2025. Kehadiran rute ini dinilai memberikan efek domino yang signifikan, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, pertumbuhan sektor perhotelan dan UMKM, hingga terciptanya lapangan kerja baru di sektor pariwisata dan transportasi.
Tak hanya fokus pada inovasi, Syarifuddin juga memaparkan deretan prestasi yang berhasil diraih selama masa kepemimpinannya, baik saat menjabat sebagai Penjabat Bupati Tapin maupun sebagai Sekdaprov Kalsel. Di antaranya penghargaan Top Pembina BUMD, Innovative Government Award (IGA), keberhasilan penurunan stunting tingkat nasional, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK secara berturut-turut, hingga raihan Piala Adipura.
Berbagai capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa inovasi yang dibangun tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi benar-benar diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Usai kegiatan, Syarifuddin menegaskan bahwa seluruh inovasi yang dipaparkan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pelayanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Alhamdulillah presentasi berjalan lancar. Apa yang kami sampaikan merupakan inovasi yang sudah dan terus kami kembangkan. Harapannya tentu memberikan dampak positif bagi daerah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa inovasi yang dibangun diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja pemerintahan, tetapi juga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Yang terpenting, inovasi ini harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dalam bentuk pelayanan yang lebih baik maupun peningkatan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Sumber Biro Adpim).



