REDAKSI8.COM, BANJARBARU — Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelepasan jamaah calon haji (JCH) Kloter 1 Embarkasi Banjarmasin, Kamis (23/4/2026). Lantunan talbiyah yang menggema di Aula Jeddah Asrama Haji menjadi penanda dimulainya perjalanan spiritual ribuan tamu Allah dari Kalimantan Selatan menuju Tanah Suci.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, secara resmi melepas keberangkatan kloter perdana yang berasal dari Kota Banjarmasin. Prosesi ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih kepada ketua kloter sebagai simbol dimulainya misi ibadah sekaligus representasi kehormatan bangsa.
Sebanyak 360 jamaah dijadwalkan bertolak pada Jumat dini hari (24/4/2026) pukul 00.00 WITA melalui Bandara Syamsuddin Noor. Keberangkatan ini menjadi pembuka rangkaian panjang operasional haji Embarkasi Banjarmasin tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Tahun ini, Embarkasi Banjarmasin melayani total 6.758 jamaah haji dari dua provinsi, yakni Kalimantan Selatan sebanyak 5.199 orang dan Kalimantan Tengah 1.559 orang. Seluruhnya akan diberangkatkan secara bertahap dalam 19 kelompok terbang (kloter).
Untuk menjamin kelancaran ibadah, setiap kloter didampingi petugas profesional yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga medis (dokter dan perawat), serta didukung petugas haji daerah. Total terdapat 76 petugas kloter dan 34 petugas daerah yang siap memberikan pelayanan menyeluruh, mulai dari keberangkatan hingga di Tanah Suci.
Gubernur H. Muhidin menegaskan bahwa keberangkatan haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang patut disyukuri. Ia mengingatkan jamaah untuk menjaga kondisi fisik mengingat perbedaan cuaca ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi.
“Jaga kesehatan, cukup minum, dan patuhi arahan petugas. Cuaca di sana jauh berbeda,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan antarjamaah selama menjalankan rangkaian ibadah.
“Kebersamaan itu penting. Saling tolong-menolong dan luruskan niat semata-mata untuk beribadah,” pesannya.
Tak hanya itu, Gubernur juga menitipkan doa kepada seluruh jamaah agar turut mendoakan Kalimantan Selatan di tempat-tempat mustajab.
“Kami titip doa untuk banua agar selalu aman, tenteram, dan diberkahi,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Dirjen Pengendalian dan Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, menyampaikan apresiasi atas sinergi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan yang mendukung kelancaran penyelenggaraan haji.
Iajuga mengingatkan jamaah tentang keutamaan haji mabrur dengan mengutip hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim.
“Haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga,” ucapnya, seraya mengajak jamaah untuk meluruskan niat dan fokus beribadah.
Di balik prosesi resmi, terselip kisah haru dari para jamaah. Salah satunya, Syamsul Bahri, yang mengaku telah menunggu selama kurang lebih 15 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.
“Alhamdulillah, ini puncak penantian kami. Kami sudah mempersiapkan diri, baik fisik maupun spiritual,” ungkapnya penuh syukur.
Ia berharap seluruh jamaah, khususnya dari Kalimantan Selatan, dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji mabrur.
ebagai bentuk perhatian dan dukungan, Gubernur bersama jajaran Forkopimda turut mengantar langsung jamaah menuju bus yang telah disiapkan. Sebanyak 11 unit bus diberangkatkan dari Asrama Haji menuju bandara, menjadi tahap akhir sebelum jamaah memulai perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
Pelepasan kloter pertama ini tidak hanya menjadi awal operasional haji tahun ini, tetapi juga simbol harapan dan doa bagi ribuan jamaah agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar, aman, dan kembali sebagai haji yang mabrur.



