REDAKSI8.COM, KALSEL – Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang 2026 guna menjaga produktivitas pertanian.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau tahun ini lebih panjang sehingga mendorong BPTPH Kalsel memperkuat kesiapsiagaan di sektor pertanian, mulai dari sosialisasi hingga koordinasi lintas sektor.

“Musim kemarau tahun ini diperkirakan terjadi sejak awal Mei dengan puncaknya pada Agustus hingga September. Namun, pola musim di Kalimantan Selatan berbeda-beda sesuai zona masing-masing,” ujar Kepala BPTPH Kalsel, Lestari Fatria Wahyuni, Rabu (22/4/26).
Oleh karena itu, sebagai langkah awal informasi tersebut telah disampaikan kepada Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) serta seluruh jajaran terkait di tingkat Provinsi hingga Kabupaten Kota agar meningkatkan kewaspadaan.
Di lapangan, petani didorong untuk mengoptimalkan sumber air yang tersedia, termasuk penggunaan pompa dan saluran irigasi aktif, guna mengantisipasi potensi kekeringan.
Kemudian, pemilihan varietas tanaman menjadi fokus utama agar tetap produktif di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, misal 100 hari sudah dapat dipanen.
“Pemilihan varietas menjadi kunci penting agar petani tetap bisa berproduksi di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” ungkapnya.
Tidak hanya kekeringan, ancaman hama juga menjadi perhatian serius Pemerintah saat musim kemarau.
BPTPH pun memperkuat koordinasi dengan dinas pertanian Kabupaten Kota, penyuluh, dan POPT untuk mempercepat langkah pengendalian.
Kemudian, Setiap wilayah dipetakan sesuai potensi hama yang berbeda, sehingga penanganan bisa lebih tepat sasaran.
Dengan strategi itu, BPTPH Kalsel menargetkan dampak musim kemarau dapat ditekan, sehingga produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.
“Stok bahan pengendali sudah kami siapkan dan distribusikan hingga ke tingkat Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Dengan demikian, jika terjadi serangan hama, penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran,” tuntasnya.



