REDAKSI8.COM, BANJAR — Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan hingga ke tingkat desa. Di Kabupaten Banjar, Dinas Pertanian (Distan) turut ambil bagian dalam kegiatan tanam padi serentak yang dilaksanakan di lahan cetak sawah rakyat di Desa Gudang Tengah, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan lahan yang sebelumnya belum produktif menjadi area persawahan yang dapat mendukung peningkatan produksi pangan, khususnya beras.
Lahan seluas 70 hektare yang berada di Jalan Irigasi RT 08 tersebut kini mulai ditanami padi secara serentak. Program ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang melibatkan kelompok Brigade Pangan Serumpun Jaya, dengan tujuan memperluas areal tanam dan memperkuat ketersediaan pangan di daerah.
Kegiatan tanam padi ini juga dihadiri berbagai pihak, mulai dari perwakilan Dinas Pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, SMK-PP Banjarbaru, aparat keamanan seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa, hingga penyuluh pertanian dan pemerintah desa setempat.
Pambakal Desa Gudang Tengah, HM Sapwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan desa bersama masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan tanam serentak di lahan seluas 70 hektare. Ini adalah upaya nyata kami untuk meningkatkan produksi padi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lahan yang digunakan merupakan milik desa dan masyarakat yang dikelola secara bersama-sama. Sistem pengelolaan kolaboratif ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga, terutama para petani.
Sebanyak 15 petani terlibat langsung dalam pengelolaan lahan tersebut. Mereka akan menggarap sawah secara bertahap hingga masa panen, dengan target hasil yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga petani.
“Semoga program ini berjalan lancar dan hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan,” tambah Sapwan.
Dalam kegiatan tanam ini, petani menggunakan berbagai jenis bibit unggul yang disesuaikan dengan kondisi lahan. Di antaranya varietas nasional seperti padi Inpari 32, serta varietas lokal unggulan seperti siam madu, siam rukut, dan rundun yang telah terbukti adaptif di wilayah tersebut.
Pemilihan varietas ini menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan panen, karena setiap jenis padi memiliki karakteristik yang berbeda terhadap kondisi tanah, air, dan iklim.
“Bibit yang digunakan sudah disesuaikan dengan kondisi lahan di sini, serta berdasarkan pengalaman petani, sehingga diharapkan hasilnya bisa maksimal,” jelasnya.
Melalui program cetak sawah dan tanam serentak ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap mampu meningkatkan luas tanam, produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membuka peluang kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan mendorong kemandirian pangan di tingkat lokal.
Langkah ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, petani, dan berbagai pihak mampu menghadirkan solusi nyata dalam menjawab tantangan pangan ke depan.



