REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News — Upaya memperkuat ketahanan pangan desa terus digencarkan Pemerintah Kecamatan Martapura Barat. Salah satunya melalui pengembangan budidaya ikan lele yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi lokal.
Komitmen tersebut terlihat dari kegiatan survei lapangan yang dilakukan jajaran kecamatan ke unit usaha budidaya lele milik BUMDes Makmur Jaya di Desa Keliling Benteng Ulu, Kamis (9/4/2026).
Survei ini tidak sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari evaluasi menyeluruh untuk memastikan kesiapan infrastruktur, sistem pengelolaan, hingga aspek teknis budidaya. Tujuannya jelas, agar program ketahanan pangan desa benar-benar berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat Martapura Barat, Ahmad Rabani, didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat beserta staf, serta dihadiri Pambakal Desa Keliling Benteng Ulu, Mahlani, dan pengelola BUMDes Makmur Jaya.
Dalam peninjauan tersebut, Ahmad Rabani menekankan pentingnya pengelolaan budidaya yang profesional dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah produksi, tetapi juga dari konsistensi pengelolaan serta dampaknya terhadap masyarakat.
“Budidaya lele ini harus dikelola dengan baik, mulai dari pemberian pakan, perawatan kolam, hingga panen. Jika dikelola secara profesional, hasilnya tidak hanya meningkatkan pendapatan desa, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan protein masyarakat,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi atas inisiatif Desa Keliling Benteng Ulu yang telah mengoptimalkan dana desa untuk program ketahanan pangan melalui BUMDes. Langkah ini dinilai sebagai strategi tepat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.
Sementara itu, pihak pengelola BUMDes bersama Pambakal Mahlani menyambut positif berbagai masukan dari tim kecamatan. Mereka menyatakan siap melakukan perbaikan, khususnya pada aspek teknis seperti pola pemberian pakan yang efisien serta pengelolaan limbah air kolam agar tetap ramah lingkungan.
Survei ini juga menjadi forum diskusi terbuka terkait berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Beberapa di antaranya meliputi ketersediaan bibit ikan yang stabil, biaya operasional pakan, hingga akses pemasaran hasil panen agar memiliki nilai jual yang lebih baik.
Dengan adanya evaluasi langsung seperti ini, pemerintah kecamatan berharap pengelolaan BUMDes semakin optimal dan mampu berkembang menjadi unit usaha yang mandiri serta berdaya saing.
Ke depan, budidaya lele ini tidak hanya diharapkan menjadi sumber pendapatan desa, tetapi juga menjadi solusi konkret dalam menjaga ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa secara berkelanjutan.



