REDAKSI8.COM, BANJAR — Langkah transformasi birokrasi kembali ditegaskan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar. Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Banjar (Bapperida) menggelar rapat pimpinan strategis yang dipimpin langsung Kepala Bapperida, Nashrullah Shadiq, Rabu (1/4/2026) pagi di Aula Bauntung.
Rapat ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan arah kebijakan internal, khususnya terkait mutasi, promosi jabatan, serta perubahan struktur organisasi dari jabatan eselon III ke jabatan fungsional perencana muda. Perubahan ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang menitikberatkan pada profesionalisme dan keahlian teknis aparatur.
Dalam arahannya, Nashrullah menegaskan bahwa peran perencana kini semakin krusial sebagai ujung tombak pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa kualitas perencanaan akan sangat menentukan keberhasilan program pembangunan di lapangan.
“Setiap perencana harus memiliki kemampuan berpikir analitis, tajam dalam melihat persoalan, serta mampu merumuskan solusi yang tepat. Karena dari perencanaan yang baik, lahir pembangunan yang berkualitas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dalam bekerja. Menurutnya, transparansi dalam proses perencanaan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan di tengah meningkatnya pengawasan publik terhadap penggunaan anggaran.
Lebih jauh, Nashrullah menekankan bahwa para perencana harus berani bersikap tegas apabila menemukan hal yang tidak sesuai, termasuk potensi penyimpangan dalam proses perencanaan maupun penganggaran.
“Perencana tidak boleh hanya menjadi pelengkap administrasi. Mereka harus menjadi penjaga kualitas dan akuntabilitas pembangunan,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa peran fungsional perencana bukan sekadar teknis, tetapi juga strategis dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.
Dalam sesi diskusi, berbagai isu strategis turut mengemuka. Salah satunya adalah kebutuhan percepatan penyelesaian administrasi bendahara gaji yang dinilai masih memerlukan tindak lanjut segera.
Selain itu, peserta juga menyoroti tantangan sumber daya manusia pasca perubahan struktur jabatan. Dengan pola baru di mana pejabat fungsional berinduk kepada kepala bidang, diharapkan tercipta sistem kerja yang lebih dinamis, kolaboratif, dan merata.
Perubahan ini diyakini akan mendorong peningkatan kinerja, sekaligus membuka ruang inovasi dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Suasana rapat berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Salah satu peserta menyampaikan apresiasi mendalam atas bimbingan pimpinan selama ini. Ia mengibaratkan pimpinan sebagai “lilin” yang menerangi jalan bagi para pegawai, memberikan arah, inspirasi, dan semangat dalam menjalankan tugas sebagai perencana.
Ungkapan tersebut mencerminkan kuatnya hubungan kerja yang tidak hanya profesional, tetapi juga sarat nilai pembinaan dan keteladanan.
Menutup rapat, Nashrullah mengajak seluruh jajaran untuk menjaga semangat kerja, meningkatkan disiplin, serta menuntaskan berbagai pekerjaan yang masih tertunda. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama memimpin.
Dengan penguatan jabatan fungsional dan penataan organisasi yang lebih adaptif, Bapperida Kabupaten Banjar optimistis mampu meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan. Harapannya, setiap program yang dirancang benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mendorong percepatan kemajuan daerah secara berkelanjutan.



