REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru mempercepat langkah pembenahan pengelolaan sampah setelah hasil evaluasi pemerintah pusat menunjukkan capaian yang masih perlu ditingkatkan.
Upaya percepatan itu ditandai dengan kunjungan langsung Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, bersama jajaran lurah, camat, dan SKPD terkait ke Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumat (03/04/2026).

Kunjungan tersebut difokuskan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah, terutama mendorong penerapan pemilahan dari sumber sebagai strategi utama perbaikan.
Dalam pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, rombongan juga menggali arahan kebijakan nasional serta praktik terbaik yang dapat diterapkan di tingkat daerah.
Langkah itu tidak terlepas dari hasil pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup yang menempatkan Banjarbaru dalam kategori kota dalam pembinaan.
Nilai kinerja pengelolaan sampah Kota Banjarbaru tercatat sebesar 48,56, dengan capaian keseluruhan baru mencapai 10,97 persen, masih di bawah ambang 25 persen.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Banjarbaru tidak hanya melakukan konsultasi, tetapi menjadwalkan studi tiru ke Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, yang dinilai berhasil dalam implementasi pemilahan sampah organik dan anorganik.
Wali Kota Banjarbaru, Lisa Halaby, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembenahan yang berbasis evaluasi dan arahan pemerintah pusat.
“Kota Banjarbaru akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah, baik dari aspek pengurangan, pemilahan, pengangkutan hingga pengolahan akhir,” ujar Lisa.
Ia menambahkan, hasil pembelajaran dari daerah percontohan akan menjadi dasar penerapan sistem baru di Banjarbaru secara bertahap.
“Salah satu target dalam pengelolaan sampah di Kota Banjarbaru yaitu terwujudnya pemilahan sampah rumah tangga dari sumbernya dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Kota Banjarbaru dalam merespons evaluasi tersebut. Menurutnya, Banjarbaru memiliki modal kuat untuk menjadi percontohan di Kalimantan.
“Kota Banjarbaru tentunya sudah banyak menyandang predikat yang patut dibanggakan. Banjarbaru yang didesain dengan apik sejak zaman penjajahan memiliki karakteristik tata kota yang relatif tertata,” ujarnya.
Ia bahkan menilai Banjarbaru memiliki peluang besar untuk menjadi rujukan pengelolaan lingkungan hidup di kawasan.
“Mungkin Banjarbaru termasuk kota yang paling baik di Kalimantan. Dengan demografi yang lebih tertata dibandingkan kota lain, mestinya Banjarbaru bisa menjadi barometer penanganan pola lingkungan hidup di Kalimantan Selatan,” katanya.



