REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kemacetan panjang yang terjadi di kawasan Bundaran Simpang Empat Banjarbaru pada akhir pekan membuat antrean kendaraan mengular hingga batas Kota Banjarbaru-Martapura pada Minggu (28/3/26) lalu.
Kondisi tersebut dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru, Muhammad Mirhansyah saat dimintai keterangannya di sela kegiatan Musrenbang RKPD 2027 di Aula Gawi Sabarataan, Senin (30/3/26).

Menurutnya, lonjakan volume kendaraan melebihi kapasitas jalan menjadi penyebab utama padatnya arus lalu lintas di kawasan tersebut pada hari libur akhir pekan.
“Kami perhitungkan untuk rasio VC di hari Minggu kemarin itu di antara 0,7 sampai dengan 0,83,” katanya.
Ia menjelaskan, arus kendaraan yang menumpuk datang dari berbagai arah menuju Bundaran Simpang Empat Banjarbaru, mulai dari Jalan Ahmad Yani arah Banjarmasin dan Martapura, Jalan Mistar Cokrokusumo, hingga Jalan Ir PM Noor.
Selain itu, posisi Banjarbaru sebagai kota perlintasan antar daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) juga turut memicu tingginya mobilitas kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.
“Tentunya perlu kita perhatikan kita ini kota perlintasan, baik yang menuju Hulu Sungai, Pelaihari, Banjarmasin, dan juga sekarang menuju ke Batulicin melewati jalan baru. Itu menjadi arus utama yang menyebabkan adanya kemacetan di daerah Simpang Empat,” jelasnya.
Terkait kemungkinan kemacetan dipicu puncak arus balik Idulfitri, Mirhan menuturkan, masih belum dapat memastikan, namun kepadatan lalu lintas di Banjarbaru memang kerap terjadi saat akhir pekan.
“Saya tidak bisa mengklaim ini adalah faktor yang kebetulan arus balik Idulfitri, tapi memang anomali kemacetan di Banjarbaru pada saat libur selalu demikian,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, peningkatan aktivitas masyarakat pada akhir pekan juga menjadi salah satu faktor yang membuat arus kendaraan meningkat signifikan dibanding hari-hari biasanya.
“Memang sering kali pada hari Sabtu dan Minggu itu lalu lintas di Banjarbaru lebih padat dari hari normal,” tutupnya.



