REDAKSI8.COM, KALSEL – Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kalimantan Selatan (Kalsel) terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan personel, perawatan peralatan, serta koordinasi lintas instansi.
Oleh karena itu, Satpol PP dan Damkar Kalsel memastikan sumber daya manusia dan peralatan dalam kondisi siap apabila menghadapi situasi darurat.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kalsel, Dany Matera Saputra melalui Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Maulana Fatahillah mengatakan, peningkatan kapasitas personel menjadi langkah awal yang dilakukan.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah penguatan kapasitas anggota damkar, agar selalu siap dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya, Selasa (31/3/26).
Selain penguatan personel, kesiapan sarana dan prasarana menjadi perhatian
Pemeliharaan dan perawatan rutin dilakukan supaya seluruh peralatan dapat digunakan secara optimal saat dibutuhkan.
“Kami tidak ingin ketika terjadi kebakaran, justru ada kendala pada peralatan. Karena itu, kesiapan armada dan perlengkapan menjadi perhatian utama,” katanya.
Saat ini Damkar Kalsel memiliki tujuh unit armada yang siap dioperasionalkan, terdiri dari satu mobil pemadam jenis medium pressure berkapasitas 6.000 liter dan unit water supply dengan pompa portable.
Kemudian, dua unit ditempatkan di Kota Banjarmasin dan lima unit lainnya di Banjarbaru.
Kesiapsiagaan diperkuat melalui penempatan personel yang siaga selama 24 jam.
Di Banjarmasin setiap regu terdiri dari lima orang, sedangkan di Kota Banjarbaru terdapat enam personel per regu, ditambah regu cadangan dan tim khusus yang siap diterjunkan sewaktu-waktu.
Selain itu, koordinasi lintas instansi terus dilakukan bersama BPBD serta Pemerintah Kabupaten Kota guna memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla di daerah.
“Kami juga mengimbau seluruh pihak, termasuk SKPD di kawasan perkantoran, untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengantisipasi potensi kebakaran sejak dini,” tuturnya.
Maulana menjelaskan, berdasarkan pemantauan sementara, hingga saat ini belum ada laporan kejadian karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.
Bahkan, data BMKG juga menunjukkan sebagian besar wilayah masih berada pada kategori aman, meskipun beberapa titik terpantau berstatus waspada.
Di samping g itu, sejumlah kawasan yang menjadi perhatian di antaranya area sekitar bandara dan lingkungan perkantoran, dimana pada tahun-tahun sebelumnya kerap ditemukan titik kebakaran.
Terkait pembentukan posko karhutla, Damkar Kalsel masih menunggu penetapan status dari BPBD. Sementara, pos Damkar yang ada tetap difungsikan sebagai pusat kesiapsiagaan.
“Kami siap memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan masyarakat,” tuntasnya.
Sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, Damkar Kalsel membuka layanan pengaduan selama 24 jam bagi warga yang menemukan kejadian kebakaran, baik lahan, hutan, maupun bangunan.



