REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dalam Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang di gelar Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru telah menyerap berbagai usulan dari masyarakat.
Salah satu usulan tersebut adalah permintaan mengaktifkan kembali traffic light atau alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di Bundaran Tugu Adipura, Jalan Ahmad Yani Km 34 Banjarbaru, sebagai langkah cepat mengurangi kemacetan di Simpang Empat Banjarbaru.

Kemacetan di kawasan Simpang Empat Banjarbaru, terutama saat akhir pekan, menjadi perhatian dalam forum Musrenbang.
Warga menilai arus kendaraan di sekitar Bundaran Banjarbaru semakin padat dan kerap mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Salah satu perwakilan masyarakat dalam Forum Musrembang, Dondet Bekti menyebut, kondisi kemacetan lalu lintas di kawasan Bundaran Simpang Empat sudah lama dirasakan warga.
Bahkan, menurutnya beberapa bulan terakhir semakin sering macet, hingga membuat sebagian warga enggan beraktivitas pada malam hari.
“Kemacetan di sekitar Bundaran Banjarbaru, Simpang Empat, dari arah Hulu Sungai atau sebaliknya. Kami sendiri sebagai warga kadang-kadang di saat malam-malam tertentu enggan keluar karena kemacetan ini,” ungkapnya saat dimintai keterangan, Senin (30/3/26).
Ia berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan, salah satunya dengan kembali mengaktifkan traffic light di kawasan Tugu Adipura yang sebelumnya sempat diuji coba.
“Di depan rumah dinas wali kota itu ada lampu merah ya. Beberapa bulan lalu sempat diuji coba, tetapi sekarang tidak dimanfaatkan atau dihidupkan lagi,” jelasnya.
Selain solusi jangka pendek, Dondet juga mengusulkan penanganan jangka panjang melalui pembangunan jalan lingkar atau jalur alternatif baru yang menghubungkan sejumlah kawasan strategis seperti Sungai Ulin, Pasar Jati, hingga Palam guna mengurai kepadatan kendaraan di pusat kota.
“Itu yang dirasakan masyarakat Banjarbaru cukup lama, tapi sangat efektif menghidupkan kembali lampu merah (di Tugu Adipura). Memang pada saat uji coba ada keluhan tapi untuk antisipasi kemacetan saya pikir seperti itu,” ungkapnya.
“Kami berharap kondisi seperti ini harus segera ditindaklanjuti, paling tidak ada perubahan yang bisa memberikan kenyamanan pada warga,” sambungnya.
Senada, Ketua DPRD Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera juga menilai pengaktifan kembali traffic light di Bundaran Tugu Adipura menjadi langkah paling cepat untuk mengendalikan arus kendaraan sambil menunggu pembenahan akses jalan oleh pihak terkait.
“Karena Banjarbaru ini dilintasi jalan nasional dan jalan provinsi sehingga kita juga sudah mengusulkan baik itu kepada Balai Jalan ataupun Pemerintah Provinsi terkait jalan-jalan yang mereka miliki agar segera bisa ditembuskan beberapa aksesnya untuk merilis atau mengurangi kemacetan yang ada di Banjarbaru,” jelasnya.
Menurutnya, pembukaan atau peningkatan akses jalan itu tetap membutuhkan proses dan koordinasi lintas kewenangan. Karenanya pemanfaatan fasilitas lalu lintas yang sudah ada dinilai lebih efektif untuk segera dilakukan.
“Seperti yang kita sama-sama tahu juga perlu proses dan progres untuk bisa terealisasi, sehingga jalan satu-satunya tercepat dan memang sudah dimiliki Banjarbaru adalah dengan kita memanfaatkan kembali lampu lalu lintas yang ada di Banjarbaru seperti di Tugu Adipura,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat traffic light Tugu Adipura sempat difungsikan sebelumnya, dampaknya cukup terasa dalam membantu mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan tersebut.
“Terbukti saat itu terfungsikan memang berkurang sedikit. Ada penyekatan dan menghambat sedikit lajur lalin yang padat. Dan seperti teman-teman tahu juga di beberapa titik ini kan ada lampu merah juga dan memang berhasil,” katanya.
Rizky menilai, keberadaan traffic light itu hanya perlu kembali dibiasakan oleh para pengguna jalan agar arus kendaraan menuju bundaran bisa lebih tertib dan tidak menumpuk di satu titik.
“Hanya tinggal bagaimana kita membiasakan saja keberadaan dari lalin tersebut. Kalau arah ke tugu ya pasti kalau tidak disekat dengan lampu merah akhirnya kan los terus semua menumpuk di sana. Nah ini kita harapkan bisa kembali difungsikan,” harapnya.
Di sisi lain, rencana pengaktifan kembali traffic light tersebut juga merupakan hasil koordinasi antara kepolisian dan Pemerintah Kota Banjarbaru sebagai bagian dari upaya bersama mengatasi kemacetan di kawasan itu.
“Mengingat juga ini salah satu usulan dari teman-teman dari Polda dan juga kerjasama dengan Pemerintah Banjarbaru. Ya harapannya ini bisa kembali dipungsikan agar tidak hanya sekedar jadi pajangan aja,” tuntasnya.



