REDAKSI8.COM, BANJAR – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-III di Resto Kampung Nusantara, Jalan Pintu Air, Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan FAJI Kalsel ke depan.
Ketua FAJI Kalimantan Selatan, Bandi Chairullah, menyampaikan bahwa Musprov kali ini merupakan agenda rutin empat tahunan yang memiliki peran penting dalam keberlangsungan organisasi. Salah satu agenda utama adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2025, sekaligus pembahasan pandangan umum dari para peserta.
“Musyawarah ini bukan hanya formalitas, tetapi menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana capaian organisasi selama satu periode, serta merumuskan langkah strategis ke depan,” ujarnya.
Selain itu, agenda yang dinilai paling krusial dalam Musprov ini adalah pemilihan Ketua Umum FAJI Kalimantan Selatan untuk masa bakti 2026–2030. Proses ini diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang mampu membawa olahraga arung jeram di Banua semakin berprestasi.
Kegiatan Musprov dihadiri oleh delapan pengurus FAJI kabupaten/kota dari total sebelas daerah di Kalimantan Selatan. Dengan kehadiran tersebut, forum dinyatakan telah memenuhi kuorum sesuai ketentuan organisasi.
“Dua per tiga peserta sudah terpenuhi, ditambah unsur pengurus provinsi, sehingga Musprov ini sah untuk mengambil keputusan,” jelas Bandi.

Ia juga optimistis FAJI Kalsel mampu terus menorehkan prestasi di tingkat nasional. Hal ini berkaca dari capaian pada Pekan Olahraga Nasional (PON) sebelumnya di Aceh dan Medan, di mana atlet arung jeram Kalimantan Selatan berhasil meraih tiga medali perunggu, baik dari nomor putra maupun putri.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) IV KONI Kalimantan Selatan, Subhan Anwar, menegaskan bahwa musyawarah merupakan kewajiban bagi setiap cabang olahraga sebagai bagian dari mekanisme evaluasi dan pembinaan organisasi.
“Musyawarah ini wajib dilaksanakan, karena menjadi ruang untuk menganalisa dan mengevaluasi program kerja. KONI tentu sangat mengapresiasi FAJI yang konsisten menjalankan mekanisme organisasi dengan baik,” katanya.
Menurut Subhan, FAJI termasuk salah satu cabang olahraga yang menunjukkan kinerja positif, baik dari sisi pembinaan maupun pencapaian prestasi. Ia pun mendorong agar capaian tersebut terus ditingkatkan melalui berbagai ajang kompetisi.
“Ke depan, pembinaan harus lebih masif, baik melalui kejuaraan daerah, kejurprov, hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Dari situ akan lahir atlet-atlet arung jeram yang profesional dan tangguh, yang mampu bersaing di level daerah maupun nasional,” pungkasnya.
Melalui Musprov ini, FAJI Kalimantan Selatan diharapkan semakin solid dalam organisasi serta mampu mencetak prestasi yang lebih gemilang di masa mendatang.


