REDAKSI8.COM, BANJAR – Di tengah berbagai keterbatasan akses pendidikan, kehadiran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Insan Sekumpul di Kabupaten Banjar menjadi harapan bagi banyak kalangan. Tidak hanya bagi masyarakat umum yang putus sekolah, lembaga ini juga membuka akses pendidikan bagi anak-anak dan warga binaan yang tengah berkonflik dengan hukum.
Berlokasi di Jalan Sekumpul Ujung, Desa Bincau, Kecamatan Martapura, PKBM Insan Sekumpul berada di bawah binaan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Dari tempat inilah semangat inklusivitas pendidikan terus digaungkan bahwa setiap warga negara, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk belajar dan berkembang.
Keberadaan PKBM ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas formal. Dengan pendekatan yang fleksibel dan berbasis kebutuhan masyarakat, PKBM Insan Sekumpul menghadirkan sistem pembelajaran yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada keterampilan hidup.
Kepala PKBM Insan Sekumpul, Indah Afriyani Hamid, S.H, menegaskan bahwa lembaganya tidak hanya melayani masyarakat sekitar, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang berhadapan dengan hukum. PKBM ini secara aktif memberikan layanan pendidikan kepada anak binaan di LPKA Kelas I Martapura.
Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, khususnya Pasal 50 yang menegaskan bahwa setiap anak binaan berhak mendapatkan pendidikan, baik formal, non formal, maupun informal.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak binaan tetap mendapatkan hak pendidikannya. Mereka tidak boleh kehilangan masa depan hanya karena kesalahan di masa lalu,” ujar Indah.
Tak hanya itu, PKBM Insan Sekumpul juga menjangkau warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura. Di sana, pendidikan menjadi bagian penting dari proses pembinaan, bukan sekadar menjalani masa hukuman.
“Kami ingin mereka tidak hanya keluar sebagai mantan narapidana, tetapi juga sebagai pribadi yang memiliki bekal baik ijazah, pengetahuan, maupun kepercayaan diri untuk memulai hidup baru,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, PKBM Insan Sekumpul menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan, yakni Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA). Program ini menjadi jembatan bagi mereka yang sempat terputus dari pendidikan formal untuk kembali melanjutkan dan mendapatkan ijazah yang diakui secara nasional.
Namun, peran PKBM tidak berhenti pada pendidikan akademik semata. Lembaga ini juga aktif mengembangkan program keterampilan hidup (life skills) sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Berbagai pelatihan diberikan, mulai dari keterampilan komputer, menjahit, tata boga, pembuatan kain sasirangan, hingga kewirausahaan.
Program ini dirancang agar warga belajar tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja maupun usaha mandiri.
“Melalui pelatihan keterampilan, kami ingin mengubah niat belajar menjadi aksi nyata. Dari bangku kelas, mereka bisa melangkah ke dunia produktif,” jelas Indah.
Dengan pendekatan tersebut, PKBM Insan Sekumpul tidak sekadar mencetak lulusan, tetapi juga membentuk individu yang mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Di tengah kompleksitas persoalan pendidikan dan sosial, PKBM Insan Sekumpul hadir sebagai contoh nyata bahwa pendidikan berbasis masyarakat mampu menjadi solusi inklusif. Dari ruang sederhana di Martapura, harapan-harapan baru terus tumbuh membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah, bahkan bagi mereka yang pernah terpinggirkan.



