REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pergerakan penumpang pada arus balik Idulfitri 1447 Hijiriah di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin terpantau masih tinggi.
Hingga periode H-8 sampai H+9 Lebaran, tercatat lebih dari 126 ribu penumpang dilayani melalui bandara.

Bahkan, mobilitas masyarakat melalui angkutan udara di Bandara Internasional Syamsudin Noor masih cukup padat pada masa arus balik Lebaran tahun ini.
Berdasarkan data posko angkutan Lebaran mencatat, sejak H-8 hingga H+9 Idulfitri terdapat 1.124 pergerakan pesawat dengan total 126.451 penumpang serta kargo sebanyak 1.074 ton.
Sementara, untuk trafik harian pada 25 Maret 2026 tercatat 82 penerbangan dengan jumlah penumpang mencapai 11.398 orang dan kargo sebanyak 81 ton.
General Manager (GM) PT Angkasa Pura Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana menyampaikan, lonjakan pergerakan penumpang mulai terlihat setelah perayaan Idulfitri pada akhir pekan lalu dan sempat mencapai angka tertinggi pada salah satu hari di masa arus balik.
“Itu menjadi tertinggi saat ini, yaitu di 12.800 penumpang yang kami layani. Dan setelah itu di beberapa hari kemudian juga kita masih berada di angka di atas 10.000. Artinya memang masih banyak perjalanan-perjalanan yang dilakukan oleh para masyarakat. Sekarang porsi untuk yang datang meningkat,” jelasnya, Kamis (26/3/26).
Menurutnya, meski arus kedatangan mulai meningkat, secara umum jumlah penumpang yang datang dan berangkat masih relatif seimbang selama periode arus balik berlangsung.
Selain itu, maskapai juga masih menambah penerbangan tambahan (extra flight) untuk mengakomodasi tingginya mobilitas penumpang selama periode angkutan Lebaran.
“Kalau untuk extra flight masih ada. Jadi mungkin rata-rata hariannya antara 2 atau 3 penerbangan dalam sehari. Total kita sekarang sudah ada sekitar 65 extra flight dari awal periode pelaksanaan posko,” ujarnya.
Millyas menyebutkan, posko terpadu siaga di Bandara Syamsudin Noor sendiri masih akan terus berlangsung hingga 30 Maret 2026 mendatang sesuai arahan dari Pemerintah Pusat.
Dimana pihak bandara telah memperkirakan pergerakan penumpang terjadi dalam beberapa hari ke depan sebelum aktivitas kerja kembali normal.
“Sesuai arahan dari pusat, untuk posko memang durasinya dilaksanakan dari tanggal 13 Maret sampai tanggal 30 Maret ya. Jadi kami akan tetap melaksanakan posko ini sampai tanggal 30 dan mungkin akan kami tutup di sehari sesuai,” jelasnya.
Ia menyampaikan, prediksi puncak arus mudik dan balik tahun ini sedikit bergeser dari perkiraan awal.
Pada awal masa posko pihaknya sempat memprediksi arus mudik di tanggal 18, namun ternyata meleset dan itu lebih cepat dari tanggal 18 Maret.
“Demikian juga arus baliknya yang kita prediksi di tanggal 28, namun ternyata di tanggal 24 kemarin itu sudah tercarat sebagai puncaknya. Tapi kita lihat nanti ke depan, kita masih memiliki 3 hari efektif, Jumat, Sabtu, Minggu,” ucapnya.
Di sisi lain, pergerakan penumpang masih berpotensi terjadi hingga mendekati berakhirnya masa posko Lebaran, sebelum aktivitas kerja masyarakat kembali normal.
“Sebelum di tanggal 30 itu memang benar-benar mungkin kebijakan untuk kerja itu sudah mulai normal kembali,” tutupnya.



