REDAKSI8.COM, KALSEL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang masih berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di penghujung musim hujan.
Kondisi cuaca di Kalimantan Selatan saat ini pun masih berada pada masa peralihan musim atau pancaroba.

Selain itu, pada periode ini, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi dan bisa berdampak pada wilayah-wilayah tertentu, terutama daerah pesisir dan kawasan yang rawan banjir.
Forecaster Iklim BMKG Stasiun Klimatologi Kalsel, Agus Kuswanto mengatakan, masyarakat perlu tetap waspada terhadap potensi hujan yang disertai angin kencang.
“Masih berpotensi turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Masyarakat di wilayah pesisir dan daerah langganan banjir perlu tetap waspada, termasuk terhadap angin kencang,” tekannya, Rabu (25/3/26).
Ia menjelaskan, pada masa pancaroba perubahan cuaca bisa terjadi secara tiba-tiba dalam waktu yang cukup singkat, sehingga masyarakat perlu lebih siap menghadapi kondisi tersebut.
“Dari kondisi cerah bisa tiba-tiba berubah mendung disertai angin kencang. Ini yang perlu diwaspadai,” ucapnya.
BMKG memprediksi awal musim kemarau di Kalimantan Selatan akan mulai terjadi pada akhir April hingga awal Mei, dengan waktu yang berbeda-beda di setiap wilayah.
Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap memperhatikan kondisi kesehatan serta mempersiapkan diri menghadapi cuaca yang tidak menentu selama beraktifitas diluaran.
“Jaga kesehatan, perbanyak minum air putih dan vitamin, terutama saat perjalanan, karena cuaca bisa berubah drastis dari panas menjadi hujan,” imbaunya.
Di sisi lain, untuk pengendara terutama pengguna sepeda motor juga diingatkan agar menyiapkan perlengkapan perjalanan yang memadai untuk mengantisipasi hujan mendadak.
Serta bagi masyarakat yang beraktivitas atau berlibur di kawasan pantai supaya tetap berhati-hati karena perubahan cuaca di wilayah tersebut biasanya terjadi lebih cepat.
“Di wilayah pantai, perubahan cuaca biasanya terjadi lebih cepat, sehingga masyarakat diimbau tidak terlalu dekat dengan pantai,” tuntasya.



